INFODAERAH.COM, LEBAK – Organisasi Masyarakat (Ormas) Jaringan Relawan Untuk Masyarakat (JARUM) soroti penyaluran dan pengelola E-Warong program Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) di Desa Mekarjaya Kecamatan Cileles Lebak-Banten. Hal itu mengingat adanya kejanggalan baik selaku E-Warong maupun pengiriman komoditi.
Tim Putri Futsal Lebak Melaju ke Semifinal Piala AFP Banten
Dikatakan Handa Korcam Ormas Jarum Cileles, Aneh sekali, di E-Warong terpampang nama pemiliknya Sarnan ko kenapa yang mengelola E-Warong tersebut Emah, Sementara kalau merujuk saat pengusulan yang akhirnya disetujui menjadi E-Warong melampirkan Fotocopy KTP pemilik untuk kartu kepesertaan calon pengelola warung itu sendiri.
“Hasil penelusuran ternyata Sarnan pemilik E-Warong kerja di Tanggerang jadi sulit pihak kontrol untuk menemui disaat ada yang dipertanyakan, Seolah pada E-Warong tersebut Sarnan hanya atas nama saja,”jelasnya.
Mengenai komoditi ayam lanjut Handa, Dinilai janggal, Masa Keluarga Penerima Manfaat (KPM) diberikan ayam masih hidup sedangkan di nota pembelanjaan setiap KPM mendapat 2 Kg dengan harga 70 ribu sehingga perkilo harganya 35 ribu.