Sementara itu, Danial Muttaqin pencetus produksi jamu jahe merah asal Lebak, menuturkan, mengembangkan jamu jahe merah ini berawal dari kebiasaannya mengonsumsi minuman berbahan baku jahe merah.
“Dulu kita sering minum bandrek, dan dirasa enak di badan. Kemudian keluarga juga suka. Lambat laun saya punya ide untuk melakukan produksi jamu herbal dari jahe merah ini,” katanya.
Sampai saat ini, kata Danial, dirinya sudah merekrut sebanyak 100 orang karyawan dip pabriknya untuk dipekerjakan dalam memproduksi jamu jahe merah tersebut. Bahan baku sendiri, lanjut Danial, didapat dari berbagai provinsi, karena pasokan local dari petani Lebak baru hanya bisa memproduksi satu ton per minggu. Sedangkan untuk memenuhi kebutuhan pasar, pihaknya membutuhkan jahe merah sebanyak tiga ton per hari.