“Jadi Walaupun sedang berlangsung pembangunan, masyarakat tetap bisa mengakses jalan di sana meskipun tidak 100 persen normal.
Kalau perlu jembatan lintasan ketika banjir tidak hanyut dan bisa di pasang lagi,” ujarnya.
Selain infrastruktur jalan dan 8 jembatan, Iip mengatakan aspirasi masyarakat selanjutnya adalah soal pertanian,
tepatnya pemberdayaan masyarakat soal pertanian yang masih perlu perhatian.
Sementara itu, salah seorang tokoh pemuda warga kampung Muhara, Dulwira sangat mendukung adanya jembatan lintasan untuk akses warga,
mengingat jembatan gantung yang ada sudah memakan korban yakni kendaraan motor yang di tumpangi terjatuh dari jembatan bersama seorang ibu yang di boncengi.
Kemudian juga seorang ibu yang usai melahirkan lalu pulang ke rumahnya harus menaiki baket excavator bersama bayinya,
untuk menyebrangi sungai Cibeurang karena kendala tidak adanya jembatan yang memadai.
(Denis)