Selain itu, hal yang sangat memprihatinkan adalah para remaja yang sudah terkontaminasi narkoba, intoleransi, diskriminatif, bullying, dan lain sebagainya.
Oleh karena itu, Chusnunia menjelaskan bahwa pendidikan harus diarahkan untuk menumbuhkan perilaku positif dan akhlak mulia melalui Penguatan Pendidikan Karakter (PPK) dan nilai-nilai luhur budaya bangsa yang berbasis pada kearifan lokal dan nasionalisme, sehingga di harapkan mampu memberikan jawaban dan solusi terhadap krisis karakter yang terjadi saat ini.
Chusnunia berharap semua sekolah di Lampung Timur dapat di jadikan Sekolah Ramah Anak.
Gubernur Lampung Lakukan Persiapan Kunjungan Menko Perekonomian ke Pulau Pasaran
Acara ini mengusung tema “Stop Kekerasan terhadap Anak, Anak Senang, Guru Tenang, Orang Tua Nyaman”.
Chusnunia menyampaikan bahwa bidang pendidikan dewasa ini merupakan bidang paling penting dalam pembangunan masa depan.
“Karena semua menyadari bahwa dalam dunia pendidikan, anak-anak di tempa, di bentuk, dan dapat di maksimalkan pengetahuan, serta potensi dalam diri anak tersebut untuk di siapkan sebagai penyelamat bangsa di masa depan,” ujarnya.
Wagub melanjutkan bahwa menyelamatkan generasi bangsa sama dengan menyelamatkan masa depan bangsa, anak-anak yang di didik hari ini adalah penyelamat di masa depan.