Masih kata Hadi, pola manajemen pendidikan jurnalistik profetik yang di terapkan di JBS tersebut sangat tepat dalam dunia jurnalistik yang saat ini masuk dalam era disrupsi.
“Saya kira ini panduan yang lengkap. Karena kurikulum jurnalistik profetik yang diterapkan di JBS ini, sangat sesuai dengan pokok pikiran pers baik dalam Undang-undang Pers maupun Kode Etik Jurnalistik (KEJ),” tuturnya.
Untuk di ketahui, JBS yang menerapkan manajemen pendidikan jurnalistik profetik ini lahir dari ide serta berangkat dari keprihatinan pendirinya yakni tokoh pers Banten, Firdaus yang juga Ketua Umum Serikat Media Siber Indonesia (SMSI), bersama kawan-kawannya yang tergabung dalam Yayasan Akademi Media Nusantara (AMN), terhadap praktik jurnalistik yang berkembang di era disrupsi saat ini.
Gubernur Arinal Djunaidi Buka Festival Olahraga Pendidikan se-Provinsi Lampung Tahun 2022
Selain melakukan penelitian di JBS terkait penerapan manajemen pendidikan jurnalistik profetik, Hadi juga menggelar diskusi bersama wartawan yang tergabung di Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Provinsi Banten dan para pemilik media siber di SMSI Banten.
Diskusi tersebut juga di hadiri langsung oleh Ketua PWI Banten Rian Nopandra beserta Ketua PWI Kabupaten/Kota, serta Ketua SMSI Banten Lesman Bangun beserta jajaran Ketua SMSI Kabupaten/Kota.(Red)