“Ini adalah momen berharga terutama dalam dunia pers. Karena pesan yang di sampaikan Presiden Joko Widodo melalui tayangan, dan Kapolri secara langsung menitikberatkan bahwa peringatan ini sebagai pengingat Indonesia dan dunia untuk waspada terhadap ancaman kelompok teror. Pers berperan sebagai penyampai pesan tersebut kepada masyarakat, tidak terkecuali masyarakat Banten,”ujar Bangun
Ketua PWI Banten Rian Nopandra menuturkan, peringatan tragedi 20 tahun Bom Bali juga dapat di jadikan daya tarik wisata karena Pemerintah Provinsi Bali mengemasnya menjadi acara sakral berbalut kental dengan budaya Bali yang bebas di saksikan oleh para wisatawan baik domestik maupun mancanegara, serta masyarakat Bali.
Masa Kepengurusan Akan Berakhir, PWI Lebak Siap Gelar Konferkab
Usai menyaksikan tayangan pada hari kejadian, para pengunjung yang hadir juga turut menyalakan lilin di tengah suasana hening untuk sejenak mengenang para korban, serta berdoa yang di pimpin oleh 5 pemuka agama dari Islam, Hindu, Budha, Kristen dan Konghucu.
“Kegiatan ini sebenarnya bisa juga di impelentasikan di Banten. Karena kita tahu di Banten beberapa kali di terjang Tsunami yang menewaskan ratusan orang. Sehingga Banten juga bisa selalu di ingatkan untuk waspada dan sadar akan potensi bencana di wilayahnya,”tukasnya.(ib/bgn)