INFODAERAH.COM, KABUPATEN BEKASI – Dinas Cipta Karya dan Tata Ruang (DCKTR) Kabupaten Bekasi akan membenahi infrastruktur Pendidikan melalui pembangunan unit gedung baru serta rehabilitasi bangunan menjadi fokus utama setelah masuk menjadi proyek strategis daerah tahun ini.
Hal ini dijelaskan oleh Kepala Dinas Cipta Karya dan Tata Ruang Kabupaten Bekasi Benny Sugiarto Prawiro, kepada awak media, Selasa, (28/03), mengenai program strategis daerah tahun ini dalam pembangunan sektor pendidikan meliputi pembangunan unit sekolah baru, ruang kelas baru, serta pembangunan sarana, prasarana, dan utilitas sekolah yang meliputi penataan halaman hingga pemagaran.
“Total ada 257 bangunan sekolah yang masuk rancangan program strategis daerah tahun 2023. Gedung-gedung SD dan SMP yang sudah rusak atau kritis akan kita perbaiki secara bertahap,”kata Benny.
“Kami juga melakukan rehabilitasi ruang kelas dengan kategori kerusakan sedang hingga rusak berat,” tambahnya.
Benny merinci bangunan pendidikan pada Bidang Bangunan Negara yang akan dibangun tahun ini meliputi dua unit Sekolah Dasar baru dengan alokasi anggaran sebesar Rp12 miliar serta empat unit Sekolah Menengah Pertama melalui pembiayaan senilai Rp22 miliar.
“Ruang kelas baru bagi 51 ruang sekolah dasar dengan pagu anggaran Rp18,4 miliar dan 28 ruang baru SMP senilai Rp12,6 miliar,” ujarnya.
Dinas Cipta Karya dan Tata Ruang (DCKTR) Kabupaten Bekasi, akan melakukan pembangunan sarana, prasarana, dan utilitas sekolah termasuk penataan halaman berikut pemagaran di total 23 titik sekolah dasar dengan pagu Rp7,36 miliar serta 34 titik SMP senilai Rp9,6 miliar.
“Program ini untuk meningkatkan sarana dan prasarana pendidikan. Saya optimistis progres pembangunan khususnya sekolah di Kabupaten Bekasi bisa lebih cepat dengan hasil memuaskan. Ada pula pengerjaan rehabilitasi sekolah kategori rusak sedang hingga berat dengan alokasi 171 ruang sekolah dasar dengan pagu anggaran Rp73,34 miliar serta 86 ruangan sekolah menengah pertama senilai Rp37,8 miliar,” terannya.
Benny menyampaikan, telah melakukan sosialisasi kepada pihak ketiga sebelum memulai pengerjaan agar seluruh pembangunan tersebut dikerjakan dengan kualitas sesuai spesifikasi serta ketepatan waktu demi efisiensi.
“Kami melakukan berbagai percepatan agar manfaatnya bisa segera dirasakan siswa. Belajar menjadi nyaman, memberi manfaat optimal bagi masyarakat,” Pungkasnya (Advetorial/Martinus)