Saat ini, menurut Abah Usep, siswa dari kecamatan-kecamatan di Banten Selatan, seperti Bayah, Cibeber, Cilograng, dan Pangarangan harus pergi jauh ke kota-kota besar di Jawa Barat, seperti Bandung dan Bogor.
Hal demikian di rasakan langsung oleh kedua anaknya yang harus kuliah jauh ke Bandung. Bahkan, untuk kuliah ke Kota Serang, yang nota bene adalah Ibukota Provinsi Banten, menurut Abah Usep anak-anak dari Kasepuhan Cisungsang dan sekitarnya harus menempuh perjalanan 5 sampai 6 Jam.
“Sulitnya kondisi untuk mengakses pendidikan tinggi di sebabkan keberadaan kampus memang jauh dari tempat kami. Jadi, bila kampus Untirta baru di buka di daerah kami, kami berharap ikut mendorong kemajuan daerah Banten Selatan, yang selama ini di rasakan kurang mendapatkan prioritas pembangunan, baik pembangunan infrastruktur maupun sumber daya manusia,” jelas Abah Usep.
Ia benar-benar berharap, wacana pembangunan Kampus Baru Untirta di Banten Selatan bisa benar-benar terwujud.
Baca berita:
https://infodaerah.com/2021/09/02/anugerah-kebudayaan-pwi-2022-di-kendari/
“Jika kampus negeri di Banten Selatan di buka, ini menjadi bukti jika pemerintah memang benar-benar hadir dan peduli dengan pembangunan sumber daya manusia di seluruh wilayah Indonesia. Pemerataan pendidikan berkualitas untuk seluruh rakyat Indonesia, termasuk di tempat kami yang selama ini kami rasakan kurang mendapat perhatian mudah-mudahan akan benar-benar kami rasakan,” tegas Abah Usep penuh harapan.