“Kegiatannya pembelajarannya di mulai sejak pagi hari hingga siang hari,” tambahnya singkat.
Sementara itu, Siska, salah seorang pengajar kerohanian Jumat Karakter mengatakan, selain mendapatkan materi pembelajaran pembentukan karakter siswa di sekolah, siswa juga di minta untuk mengimplementasikan apa yang mereka dapatkan di dalam lingkungannya tempat tinggalnya sehari-hari.
“Siswa juga kami minta agar mereka bisa mengimplementasikannya juga didalam lingkungan tempat tinggal mereka,” ungkapnya.
Selain itu, Jumat Karakter tersebut juga masuk ke dalam penilaian para guru, sehingga hal-hal apa saja yang perlu di pertahankan dan hal-hal apa saja yang perlu di evaluasi.
“Ada aspek yang perlu di pertahankan serta aspek yang perlu di evaluasi dari Jumat Karakter ini, sehingga penerapannya tepat sasaran,” tegasnya.
Baca berita:
SMK Setia Budhi, Siapkan Generasi Muda Masuk Dunia Usaha
Salah seorang siswa SMP GPM School Kota Bekasi, Fabby Novita Angie mengaku bersyukur dengan adanya pembelajaran Jumat Karakter tersebut.
Menurutnya, selain menambah wawasan para siswa, banyak hal positif yang bisa di gali oleh siswa itu sendiri.
“Banyak hal positif dan bisa di gali siswa, khususnya dalam hal menambah wawasan,” tutupnya.(Red)