Dengan demikian, turnamen olahraga FajarPaper 2023 resmi di buka, dengan cabang olahraga yang di tandingkan adalah tenis meja (tunggal dan ganda), bulutangkis (tunggal dan ganda), futsal, dan cabang yang baru tahun ini di adakan, yaitu catur.
Presiden Direktur PT Fajar Surya Wisesa Tbk (Fajar Paper) Thalengsak Ratchburi, dalam sambutannya mengatakan Turnamen ini bukan hanya kompetisi untuk memenangkan pertandingan dan mendapatkan hadiahnya.
“Lebih dari itu, turnamen ini merupakan ajang untuk menjalin hubungan dan kerja sama yang baik antar karyawan. Hal ini menjadi penting karena kita banyak menghabiskan waktu untuk bekerja dan bertemu rekan kerja, maka di butuhkan kerja sama, kolaborasi, serta membina hubungan yang baik pula. Hubungan yang baik dapat menghasilkan kerja sama dan kolaborasi yang baik juga,” ungkap Thalengsak Ratchburi
Iapun menyampaikan, Turnamen olahraga Fajar Paper di adakan untuk menumbuhkan sikap sportivitas, kerja sama, serta menjalin hubungan antar karyawan.
“Tujuan tersebut sejalan dengan semangat Kemerdekaan ke-78 RI yaitu kerja harmonis, kolaborasi, serta sinkronisasi gerakan yang merupakan hal penting dalam olahraga, sehingga tim dapat bekerja sama dengan baik menuju satu tujuan. Turnamen olahraga ini berlangsung pada 24 Juli – 23 Agustus 2023,” pungkasnya.
Baca berita:
Fajar Paper Mendapat Kunjungan Menteri KLHK di Festival Peduli Sampah Nasional 2023
Untuk di ketahui, Fajar Paper, yang memiliki 3.000 karyawan dan 30% dari hasil produksinya di ekspor ke manca negara, senantiasa berkomitmen untuk mendukung kemajuan Indonesia melalui berbagai kegiatan CSR perusahaan baik dalam bidang ekonomi, kesehatan, infrastruktur, pendidikan, maupun lingkungan.
Dalam bidang Pendidikan, FajarPaper telah berpartisipasi dalam berbagai program renovasi sekolah dan pemberian bantuan alat tulis dan beasiswa, dan juga bidang lainnya seperti sosial, pemberdayaan masyarakat dengan program ekonomi sirkular dan lingkungan melalui program GEMARI BUMITANIK (Gerakan masyarakat mandiri melalui budidaya maggot, ikan, dan tanaman hidroponik) dengan menggunakan sampah organik dari limbah rumah tangga sebagai pakan maggot, dan juga program lainnya. (Red/Martinus)