Sopiyan penyuluh lapangan Dinsos Banten mengatakan dengan adanya program ini supaya dapat memberikan motivasi agar mereka( KPM-red) tidak terus menerus menerima bantuan PKH, bagaimana caranya keluar dari bantuan ini contohnya dengan potensi ekonomi apa bila sudah maju secara mandiri maka harus keluar sendiri, kami selalu evaluasi bantuan sosial setiap tahunnya. Terang nya
Sementara itu M.Muktarudin Koordinator PKH kabupaten Lebak menegaskan tujuan bimbingan motivasi ini agar penerima PKH tidak sertamerta mengharapkan bantuan PKH saja juga sedikit merubah pola pikir dan menshet kehidupan KPM bahwa serta-merta ini adalah gaji mereka atau upah mereka
Ini hanya sebatas bantuan rangsangan atau stimulan untuk penerima PKH untuk lebih berkreasi lagi, aktif lagi dan berinovasi agar terhindar dari keluarga miskin
Untuk KPM yang sudah tidak miskin lagi nanti sistim yang akan tahu semuanya nanti di olah oleh Pusat data dan teknologi informasi pendidikan dan kebudayaan(PUSDATIN)dari pusat itu akan memberikan data kepada koreg, korwil, dan Korkab, lalu Korkab akan menginformasikan lagi kepada pendamping PKH di tiap tiap kecamatan. Terangnya.
Baca berita :
Karna KPM yang sudah mampu atau sudah tidak lagi sebagai penerima bantuan PKH nanti sistim yang akan meng cut off langsung
untuk di kabupaten Lebak bisa jadi ada penambahan mengingat ketika mau pencairan tahap berikutnya itu harus mencapai 10 juta per KPM se Indonesia dan ketika kekurangan yang 10 juta maka akan di ambil dari data SIKS- NG, DTKS dan cek bansos.
Dan penambahan setiap tahun naik sekitar 15 persen
Data penerima PKH untuk saat di kabupaten lebak 6.4646 KPM
Kalau di gabungkan dengan bantuan BPNT sekitar 183 000 KPM penerima bansos
Saya berharap adanya selalu meningkatkan komitmen dari KPM penerima manfaat PKH
Seperti pertemuan kelompok, P2K2, InsaALLAH akan merubah pola pikir masyarakat sedikit sedikit agar yang namanya PKH itu bertujuan perilaku baik di rumah tangga, di lingkungan maupun lainya
Indra