Makkah, Arab Saudi – Ibadah haji merupakan rukun Islam kelima yang wajib dilaksanakan oleh setiap Muslim yang mampu, baik secara fisik maupun finansial. Pelaksanaannya yang berlangsung setiap tahun di Tanah Suci Makkah, menjadi momentum spiritual yang mendalam bagi jutaan umat Islam dari seluruh dunia.
Secara umum, tata cara ibadah haji terbagi dalam beberapa rangkaian yang dimulai sejak kedatangan jamaah ke Tanah Suci. Prosesi ini terdiri dari niat ihram, wukuf di Arafah, mabit di Muzdalifah, melontar jumrah, tawaf ifadah, sa’i antara Shafa dan Marwah, serta tahallul. Kesemua rangkaian ini bersumber dari syariat Islam yang termaktub dalam Al-Qur’an dan hadis.
1. Niat dan Ihram
Ibadah haji dimulai dengan mengenakan pakaian ihram dan berniat dari miqat. Rasulullah ﷺ bersabda, “Amalan itu tergantung pada niatnya, dan setiap orang (akan dibalas) sesuai dengan apa yang diniatkannya.” (HR. Bukhari dan Muslim). Ihram menandai dimulainya larangan-larangan tertentu yang harus dijauhi oleh jamaah.
2. Wukuf di Arafah
Wukuf merupakan rukun haji yang paling utama, dilakukan pada 9 Dzulhijjah. Rasulullah ﷺ bersabda, “Haji itu (adalah) wukuf di Arafah.” (HR. Tirmidzi). Jamaah berkumpul di Padang Arafah untuk berdoa dan bermunajat sejak tergelincir matahari hingga terbenam.
3. Mabit di Muzdalifah
Setelah meninggalkan Arafah, jamaah bermalam di Muzdalifah dan mengumpulkan batu kerikil untuk melontar jumrah. Allah SWT berfirman, “Maka apabila kamu telah bertolak dari Arafah, berzikirlah kepada Allah di Masy’aril Haram.” (QS. Al-Baqarah: 198).
4. Melontar Jumrah
Melontar jumrah dilakukan di Mina pada 10 Dzulhijjah dan hari-hari tasyrik. Ini merupakan simbol penolakan terhadap godaan setan, sebagaimana dicontohkan Nabi Ibrahim AS.
5. Tawaf Ifadah dan Sa’i
Tawaf Ifadah dilaksanakan dengan mengelilingi Ka’bah sebanyak tujuh kali. Ini merupakan rukun yang tidak boleh ditinggalkan. Selanjutnya, jamaah melakukan sa’i antara bukit Shafa dan Marwah sebanyak tujuh kali. Allah SWT berfirman, “Sesungguhnya Shafa dan Marwah adalah sebagian dari syiar Allah…” (QS. Al-Baqarah: 158).
6. Tahallul
Setelah menyelesaikan rangkaian utama haji, jamaah mencukur rambut (tahallul) sebagai tanda selesainya larangan ihram. Rasulullah ﷺ mencukur rambutnya sebagai bagian dari penyempurnaan haji (HR. Bukhari).
Pelaksanaan haji ditutup dengan tawaf wada’ sebelum jamaah meninggalkan Makkah, sebagai penghormatan terakhir terhadap Baitullah.
Ibadah haji bukan hanya sebuah ritual, tetapi juga refleksi dari ketaatan, kesabaran, dan ketundukan seorang hamba kepada Tuhannya. Melalui prosesi ini, umat Islam diajak untuk mengenang perjuangan para nabi dan memperbarui komitmen spiritual dalam kehidupan sehari-hari. (Dede)