Tren kedua yaitu komoditas dasar Indonesia memberikan keunggulan komparatif (comparative advantage) yang baik.
Hal ini dapat dilihat dari produksi stainless steel Indonesia, dimana Indonesia merupakan produsen kedua terbesar di dunia.
Tren ketiga ialah Indonesia memiliki keunggulan komparatif yang tinggi. Salah satu contohnya yaitu komoditas perhiasan yang merupakan komoditas unggulan ekspor nonmigas Indonesia.
“Dengan sumber daya alam dan manusia yang saling mendukung, Indonesia mampu menghasilkan produk perhiasan
berdaya saing di pasar dunia,” paparnya.
Untuk kedepan, Lutfi berharap dengan berbagai kelebihan yang dimiliki nantinya akan banyak negara yang menjadi mitra khusus Indonesia. Terutama Jepang, Amerika Serikat, dan Tiongkok.
“Negara-negara tersebut tak hanya sekedar menjadi mitra dagang, namun juga menjadi sumber investasi perekonomian nasional dengan produk-produk yang menjadi pilar utama ekspor nonmigas Indonesia,” pungkasnya. (Red)