Bahkan Presiden Kedua Repulik Indonesia ini senang dan kerap berdiskusi soal agama dan budaya secara sederhana, bersifat informal bersama warga, maupun kolega Istana Negara.
Di Jawa, kata H. M. Soeharto, terdapat ajaran yang harus di pahami secara mendalam, yaitu ’Sangkan Paraning Dumadi.’
“Puncak kemenangan hidup ideal manusia Jawa adalah tumbuhnya kesadaran tentang siapa sejatinya diri ini. ‘Sangkan Paraning Dumadi’ (dari mana, mau kemana, kemudian menjadi), dan pengalaman kemanunggalan,” kata H. Muhammad Soeharto suatu ketika dalam sebuah diskusi.
Ajaran ‘Sangkan Paraning Dumadi’ menurutnya, bertujuan menuntun manusia mengenal Tuhan. “Tentu dengan mencari, mengenali, menghayati, dan menyadari asal usul kehidupan. Yaitu daripada perjalanan hidup, dan tujuan hidup manusia, sampai dapat berjumpa dengan Tuhan yang menciptakannya,” ujar tokoh yang masa kecilnya tinggal di desa dan harus bekerja di sawah.
Pada bagian lain, H.M. Soeharto, juga pernah mengingatkan, bahwa kehidupan dewasa ini telah berkembang menjadi sedemikian materialistis. “Manusia modern menjadi lupa jati diri yang sebenarnya.
Secara tidak sadar di perbudak modernitas yang memenjarakan jiwanya,” ungkapnya.
Inilah antara lain adicita yang pernah disampaikan H. M. Soeharto, kembali terngiang pada saat acara “Peringatan Haul 100 Tahun Haji Muhammad Soeharto.” Kegiatan ini di selenggarakan secara off-line dan virtual dengan aplikasi zoom, dari Masjid Agung At-Tin Jakarta, Selasa (08/06/2021).