Kaleng bekas, ban bekas, pot bekas, nyamuk itu jentiknya di air menggenang.
Di air genangan yang bersih. Kemudian, di musim panas, dari pemilik AC tetesan air AC juga air bersih, dan kalau tidak di alirkan dengan baik, bakal jadi genangan.
Gandeng RS Primaya Hospital, Persipasi Kota Bekasi Siap Miliki Pemain Sehat
Jangan di kira, di komplek elite itu bukan tidak ada nyamuk, itu ada.
Tapi kita harus waspada, sampah, genangan, tidak boleh di biarkan,” tegasnya.
Pihaknya berharap Pemkot melalui Dinas Kesehatan tidak bosan melakukan edukasi ke masyarakat karena elemen yang terlibat banyak.
“Dari pemkot sangat lengkap perangkatnya. Dia punya kecamatan, kelurahan, Posyandu, PKK, RT, RW, itu jaringan yang perlu di optimalkan, di berdayakan supaya masyarakat teredukasi.
Nah ini yang perlu kita bangun awareness. Langkah preventif harus di galakkan,” katanya.
“Di website Dinkes isinya minim banget. Padahal bisa di eksplorasi. PKK, posyandu adalah ujung tombak penyampai pesan kepada masyarakat, yang paling dekat dengan masyarakat.
Jadi di sana sebagai simpul-simpul berkumpul masyarakat yang menyampaikan isu kesehatan.
Sehingga perlu dikomunikasikan jadi Piranti itu harus di
berdayakan.
Agar masyarakat lebih berhati-hati menjaga lingkungan agar tidak timbul penyakit termasuk penyebaran Abate,” katanya kemudian.
Diri-nya yakin sebetulnya banyak hal yang bisa di lakukan.
Sehingga masyarakat terbangun kesadaran. Apalagi di tengah era teknologi informasi.
“Artinya banyak hal yang bisa kita lakukan. Jangan sampai menunggu banyak korban. Kenapa masalah berulang?ini jadi PR kita bersama.
Kita perlu knowledge management.
Artinya pengetahuan harus di kelola sehingga kasus dari masa lalu tidak akan berulang,” tukasnya.
(Red)