Lebih lanjut Hendro mengatakan, program pendidikan pembentukan bintara polri pada tahun anggaran 2022 di selenggarakan dalam 2 (dua) gelombang dengan lama pendidikan setiap gelombang selama 5 (lima) bulan.
“Adapun gelombang II yang dibuka pada hari ini, diselenggarakan secara serentak di sepolwan, pusdik brimob dan pusdik polair lemdiklat Polri,
serta di 31 sekolah polisi negara polda dengan jumlah peserta didik sebanyak 10.502 orang yang terdiri dari diktuk bintara pria sebanyak 10.002 orang dan
diktuk bintara wanita sebanyak 500 orang,” imbuhnya.
Sesuai dengan kebijakan kapolri dalam transformasi
polri yang presisi, pendidikan menjadi aspek penting dalam mempersiapkan sdm polri yang unggul di era police 4.0,
yang mampu menjawab tantangan kekinian di era digitalisasi serta tuntutan pelayanan masyarakat
yang semakin tinggi dari warga.
oleh karena itu pendidikan pembentukan ini menjadi penting karena para bintara merupakan garda terdepan dalam memberikan perlindungan, pengayoman dan pelayanan kepada masyarakat.
Hendro Berharap, Kemampuan dan perilaku para bintara di lapangan akan menentukan wajah polri dan tingkat kepercayaan masyarakat kepada polisinya.
oleh karena itu, proses
pendidikan yang relatif singkat ini harus di rancang secara baik dan benar,
dengan prinsip mengutamakan kualitas dan memberikan porsi yang lebih besar kepada kegiatan praktek kerja lapangan, agar hasil didiknya sesuai dengan yang diharapkan.
Lebih Jelas Hendro menyampaikan beberapa penekanan kepada para siswa untuk dipedomani dan di laksanakan: