oleh

Pemkab Gelar FGD Rencana Pembangunan Industri

INFODAERAH.COM, LEBAK – Pemerintah Kabupaten Lebak melalui Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) menyelenggarakan Focus Group Discussion (FGD) tentang penyusunan laporan akhir dokumen Rencana Pembangunan Industri Kabupaten (RPIK) Lebak Tahun 2022-2042, bertempat di Aula Multatuli Setda Lebak, Selasa (20/9).

Bupati Lebak Iti Octavia Jayabaya yang membuka kegiatan FGD mengatakan, FGD ini merupakan tindak lanjut dari UU Nomor 3 Tahun 2014 Tentang Perindustrian, Pasal 11 Ayat (1) yang menyebutkan bahwa setiap Bupati/Walikota menyusun rencana pembangunan industri Kabupaten/Kota dan Peraturan Menteri Perindustrian Nomor 110/M-IND/PER/12/2015 Tentang Pedoman Penyusunan Rencana Pembangunan Industri Provinsi dan Pedoman Pembangunan Industri Kabupaten/Kota.

“RPIK nantinya bisa dijadikan acuan dalam perencanaan dan pembangunan industri serta diharapkan membawa kebermanfaatan dalam meningkatkan pertumbuhan ekonomi di Lebak,” kata Bupati Iti, dalam sambutannya.

Baca: Disperindag Pastikan Pasokan Gas LPG Jelang Lebaran Aman

Menurut Iti, Dokumen RPIK ini nantinya akan dijadikan sebagai acuan baik bagi Pemda, pelaku usaha maupun masyarakat dalam perencanaan dan pembangunan industri.

“Tentunya ini kabar baik dan kesempatan baik, karena dapat menjamin kepastian hukum dalam berusaha, membuka kesempatan berkarya dan memperluas kesempatan kerja bagi masyarakat lokal,” papar Itu.

Sementara itu, Orok Sukmana Kepala Disperindag Lebak menjelaskan bahwa, RPIK disusun dalam upaya pembangunan industri di Kabupaten Lebak hingga 20 tahun kedepan dengan mempertimbangkan rencana tata ruang wilayah.

Baca : Gubernur Jabar Resmikan Pasar Rakyat Harapan Jaya

“RPIK disusun dalam upaya pembangunan industri yang berwawasan lingkungan/industri hijau, meningkatkan daya saing investasi, serta memberikan kepastian lokasi yang sesuai tata ruang,” jelas Orok.

Lanjut Orok, RPIK ini nantinya perlu dituangkan dalam bentuk Peraturan Daerah yang mengintegrasikan berbagai sektor yang berhubungan dengan bidang industri.

“RPIK ini juga nantinya berhubungan dengan berbagai sektor pendukung misalnya sektor kesiapan SDM, atau bahan baku yang mendukung keberlangsungan industri, untuk itu harus disiapkan dari sekarang,” ucap Orok.(Sar)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.