“Di tambah, jarak bibir sungai dengan sampah yang sangat dekat, sehingga menyebabkan tanah mengalami abrasi,” ujarnya.
Saat terjadi abrasi, kata dia, pagar pembatas yang adapun roboh, yang mengakibatkan sampah tumpah ke sungai dan menutup sebagian badan sungai.
“Proses pengerukan sampah dari badan sungai ke atas TPA pun saat ini masih terus kami lakukan,” terangnya.
Rahmat menuturkan, Pemkab Bekasi telah melakukan berbagai upaya untuk mengurangi volume sampah di TPA Burangkeng.
“Kami akan bekerjasama dengan PT Indocement. Dari sampah yang telah di olah, selanjutnya akan di jadikan sumber energy bahan bakar Refused Derived Fuel (RDF),” ujarnya.
Baca berita:
Plt. Walikota Bekasi Dalam Halal Bihalal Lingkup Lingkungan Hidup Ucapkan Terimakasih Untuk Pesapon
Pihaknya juga sudah memperbaiki excavator dan mengurug lahan bongkar muatan sampah di Zona B dan D agar bisa berfungsi kembali dan saat ini sudah dapat di operasikan.
“Untuk Tahun Anggaran 2023, kami akan lakukan rehabilitasi, penataan sampah dan perluasan lokasi dan peningkatan kapasitas TPA, yang anggarannya bersumber dari APBD Kabupaten Bekasi melalui Dinas Perkimtan,” ungkapnya.
Selain itu, Pemkab Bekasi akan menambah alat berat yang di targetkan sudah beroperasi di tahun 2022.
Baca berita:
Pemkab Bekasi Rangkul Komunitas Lingkungan untuk Penghijauan
“Ya, kondisi Burangkeng saat ini sudah terkendali, mobil pengangkut sampah malam ini sudah dapat membuang kembali sampah ke TPA secara berangsur-angsur berjalan normal,” terangnya.(Martinus)