“Kompoisi pengurus saat ini merupakan perpaduan antara senior, junior dan kalangan milenial. Ini sesuai dengan arahan dari DPP dan DPD Golkar Jawa Barat,” ucap dia.
Akhmad Marjuki menampik isu perpecahan yang santer terdengar pasca dirinya dipilih menjadi Ketua DPD Partai Golkar Kabupaten Bekasi.
ASN Kabupaten Bekasi Diduga Terlibat Politik Praktis, Wakil Ketua DPRD Angkat Bicara
“Ada yang memprediksi Golkar di Kabupaten Bekasi pecah dan tidak solid. Tetapi, Alhamdulillah itu hanya dugaan dan meleset. Bisa disaksikan sekarang hadir Ibu Neneng, ada juga keluarga Pak Asep dan senior lain, memang inilah yang kami harapkan. Dengan hadirnya mereka membuktikan solid dan kompak dengan faktanya seperti ini, mudah mudahan ini menjadi titik awal kebangkitan Golkar di Kabupaten Bekasi,” tuturnya.
Ia juga menjelaskan kehadiran para keluarga pendahulunya dalam acara tersebut, mengintepretasikan soliditas Partai Golkar yang siap untuk bertarung dalam kontestasi Pemilu 2024 mendatang.
“Mereka yang dipilih menjadi pengurus bukan karena faktor kedekatan atau suka tidak suka. Tapi mereka adalah pengurus yang siap untuk memenangkan Partai Golkar di Kabupaten Bekasi. Karena tradisional adalah Partai Golkar menang. Ini menandakan kami sangat solid dan kami optimis menang Pemilu 2024,” kata Marjuki.
Menurut dia, dengan kehadiran Neneng yang merupakan sebagi undangan tamu yang merupakan pernah menjabat Bupati dan Ketua DPD Golkar Kabupaten Bekasi 2 periode artinya sudah paham nah inilah yang bisa diambil sisi baiknya.
Ia juga menerangkan, untuk target 14 kursi ini merupakan akan ada kebijakan perekrutan yang dimaksimalkan, dengan cara berbagai hal bisa saja merupakan caleg paling potensi yang direkrut dan tidak hanya asal mencalonkan caleg.