Pj Bupati Bekasi Apresiasi Bapenda Yang Berhasil Capai Target PAD

Info Daerah - Senin, 6 Februari 2023 - 18:38 WIB
Pj Bupati Bekasi Apresiasi Bapenda Yang Berhasil Capai Target PAD
 (Info Daerah)
Penulis
|
Editor

INFODAERAH.COM, KABUPATEN BEKASI – Peningkatan pendapatan asli daerah (PAD) merupakan salah satu modal keberhasilan dalam mencapai tujuan pembangunan daerah.

Karena PAD menentukan kapasitas daerah dalam menjalankan fungsi-fungsi pemerintahan, baik itu pelayanan publik maupun pembangunan.

Jadi, semakin tinggi dan besar rasio PAD terhadap total pendapatan daerah memperlihatkan kemandirian dalam rangka membiayai segala kewajiban terhadap pembangunan daerahnya.

Untuk mewujudkan semua itu, Pemerintah Daerah (Pemda) Kabupaten Bekasi melalui Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) menargetkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) pada tahun 2023 ini sebesar Rp2,3 Triliun. Hal itu disampaikan langsung oleh Kepala Bapenda Kabupaten Bekasi, Herman Hanapi kepada wartawan di ruang kerjanya, Kamis (5/1/23).

“Kami Bapenda di tahun 2023 ada target baru, kita naikan hampir Rp 300 Milyar dari sebelumnya target Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari sektor pajak daerah tahun 2022 sebesar Rp 2,06 triliun. Kita naikin lagi menjadi Rp 2,3 Triliyun dan semoga bisa tercapai,” kata Herman.

“Dulu yang targetnya 2,06 triliyun terus kena PPJ dan tidak bisa di tarik karena ada aturan menjadi Satu Triliyun Sembilan Ratus Sembilan Puluh Tujuh Milyar Rupiah dan pencapaiannya di atas 2,065 triliyun dan kita surplus,” sambungnya.

Dirinya juga mengatakan menaikan itu ada kajian dan potensi-potensi lain yang bisa diangkat, mudah-mudahan tahun ini PPJ nya bisa, karena di dalam undang-undang boleh tapi turunan dari undang-undang PP nya belum ada perdanya.

“Saya mau tetapkan setelah ada PP, tapi draft nya sudah selesai semua, jadi sudah ada PP nanti tinggal dorong ke DPRD,” katanya.

Terang dia, untuk mencapai 2,3 triliyun harus dioptimalkan pada sektor BPHTB dan PBB-P2 masih tetap jadi yang tertinggi dalam PAD kemudian dari pajak air tanah dinaikin juga, sambungnya kalau model sert seperti hotel, parkir kondisinya masih belum 100 persen, mudah-mudahan restoran bisa dinaikan karena kemarin restoran bisa mencapai 100 persen.

“Program-program Bapenda Kabupaten Bekasi pada 2023 untuk mencapai target tersebut yaitu menjalankan Penghapusan Sanksi Administrasi atau Denda Piutang Pajak Bumi dan Bangunan Perdesaan dan Perkotaan (PBB-P2) pada pertengahan Januari ini,” Kata Herman.

Sambung Herman, kemudian hingga jemput bola yaitu pelayan keliling dan program unggulan inovasi Bapenda lainnya seperti Qris serta Tapping Box yang terus digali agar memenuhi target PAD Kabupaten Bekasi.

Sementara, untuk pembayaran, kata Herma, Wajib pajak bisa melakukan sistem transfer melalui Bank BJB atau seperti swalayan Indomaret, Tokopedia kini bisa melalui Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) dari Bank Indonesia dan virtual acount tujuannya untuk mempermudah membayar pajak jika warga ada diluar daerah Jabar bisa melalui itu, tidak hanya di BJB saja.

“Itulah yang dikembangkan Bapenda memperluas pembayaran kanal-kanal agar mempermudah pembayaran dan transparan. Bapenda terus melakukan inovasi untuk menggali potensi PAD dan mempermudah masyarakat,” katanya.

Herman mengajak masyarakat Kabupaten Bekasi khususnya wajib pajak agar terus taat membayar pajak. Karena dengan membayar pajak turut serta dalam pembangunan daerah serta meningkatkan pertumbuhan ekonomi dan membantu pemerintah dalam menangani Pandemi Covid-19. Khususnya di Kabupaten Bekasi.

“Ia juga gembira masih awal tahun pendapatan sampai tanggal 5 januari ini sekarang sudah mencapai 817 juta,” tuturnya.

Iapun merasa senang atas target PAD 2022 tercapai dan mendapatkan apresiasi dari PJ Bupati Bekasi kepada Bapenda Kabupaten Bekasi.

“Saya sih biasa saja mendapatkan apresiasi dari PJ Bupati, ini sih baru ini aja dikasih apresiasi, sebelumnya dari 2019 saya mencapai 113 persen dan di tahun 2020 mencapai 110 persen dan yang tidak di atas itu di tahun 2021 pas terjadi pandemi covid itu mencapai 105 persen,” katanya.

Dirinya mengatakan bahwa dari tahun sebelumnya selalu surplus terus dan tidak pernah tidak mencapai target walaupun kondisi pandemi.

“Harapan saya kedepan nya agar masyarakat Kabupaten Bekasi tetap wajib pajak, dan tetap aktif membayar kewajiban nya dan semoga target tahun 2023 ini bisa tercapai,” tandasnya.

Sementara itu Pj. Bupati Bekasi, Dani Ramdan memberikan apresiasi kepada Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kabupaten Bekasi karena telah berhasil melampaui target Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari sektor pajak daerah tahun 2022 sebesar 106,48 persen dari yang ditentukan, yakni Rp 2,06 triliun.

“Saya berikan apresiasi kepada Bapenda karena telah melebihi target atas pendapatan yang telah ditetapkan,” kata Dani.

Untuk mengoptimalisasi PAD di tahun 2023 ini, pihaknya akan mengidentifikasi dan melakukan updating data-data obyek pajak dan proyek bumi bangunan, karena banyak bangunan baru, penambahan dan sebagainya, termasuk kepatuhan karena masih ada juga yang masih belum membayar secara tepat waktu.

Dani menambahkan, untuk penetapan PAD di tahun 2023, pihaknya akan menetapkan target yang lebih tinggi lagi. Untuk itu, dirinya meminta para pejabat dan seluruh staf di lingkungan Bapenda agar lebih meningkatkan kinerja serta pelayanannya.

“Potensi pajak dan retribusi daerah harus digali kembali agar PAD Kabupaten Bekasi meningkat. Pasalnya masih banyak potensi unggul yang bisa dikembangkan, untuk meningkatkan pendapatan daerah,” tandasnya. (Advetorial)

Tinggalkan Komentar

Close Ads X