“Tentunya Ibu Iriana Joko Widodo juga ingin angklung bangkit kembali setelah pandemi Covid-19 (yang) berdampak kepada para seniman dan para industri angklung. Kita harapkan hari ini berhasil mempersembahkan hadiah terbaik kepada Hari Ulang Tahun ke 78 Republik Indonesia,” ujar Tri.
Adapun para peserta pemecahan rekor tersebut turut melibatkan banyak peserta. Para peserta itu mulai dari kementerian, lembaga-lembaga negara, jajaran TNI/Polri, hingga organisasi perempuan.
Selain itu, para peserta juga melibatkan pelajar sekolah kedinasan, sekolah umum, komunitas angklung, serta masyarakat.
“Kami bertekad ini jadi persembahan hadiah ulang tahun ke-78 RI tahun 2023,” tandas Tri.
Baca Juga :
Jawa Barat Beri Kontribusi 3,64 Persen terhadap Pertumbuhan Ekonomi Nasional
Dia mengatakan, perhelatan akbar angklung untuk memecahkan rekor dunia ini sudah di rencanakan sejak 2022. Para peserta pun telah berlatih selama kurang lebih 3 bulan.
“Setelah di rencanakan sejak tahun lalu dan berlatih selama kurang lebih 3 bulan, kita siap untuk melaksanakan perhelatan akbar, upaya pemecahan rekor dunia pergelaran angklung terbesar di dunia,” jelasnya.
Lebih lanjut Tri menjelaskan, setelah dilaksanakan gelaran itu, angklung dapat bangkit, dan menjadi seni musik yang semakin dicintai semua generasi.
“Tidak hanya di daerah asalnya Jawa Barat dan negara Indonesia, tapi bergaung di seluruh dunia,” sambung Tri.
Pergelaran akbar ini juga di hadiri Presiden Joko Widodo beserta Wakil Presiden Ma’ruf Amin. Hadir pula beberapa menteri dari Kabinet Indonesia Maju. Di antaranya Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Muhammad Tito Karnavian, Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Mendikbudristek) Nadiem Makarim, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi, Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita, Panglima TNI Laksamana TNI Yudo Margono, dan Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo. Selain itu acara ini juga di hadiri para pengurus OASE KIM yang terdiri atas istri-istri anggota Kabinet Indonesia Maju.
Puspen Kemendagri