“Karenanya warga minta jangan lapangan sepakbola di Perumahan Darmawangsa yang di jadikan sekolah, masih banyak lahan kosong lainya,” jelasnya.
Apalagi saat ini, menurutnya lapangan itu masih di gunakan sebagai sarana latihan klub sepak bola warga dan beberapa sekolah sepak bola (SSB) serta turnamen yang sedang berjalan hingga akhir September ini.
“Jadi lapangan sangat di butuhkan sekali oleh klub sepak bola warga dan sekolah sepak bola yang di kelola warga,” tandasnya.
Sementara, Calon Anggota DPRD Kabupaten Bekasi Dapil IV Kabupaten Bekasi, Muhtada Shabirin dari Partai Golkar mengatakan bahwa insiden pembuatan pondasi yang dilakukan oleh Pihak Developer hanya salah faham.
Baca berita:
“Ini tidak ada penutupan lapangan bola, tidak. Lapangan bola hanya di tata saja oleh pihak developer Darmawangsa saja, tetap utuh lapangan bola kita,” bebernya
Kata Muhtada yang juga mantan anggota DPRD Kabupaten Bekasi fraksi Golkar tersebut menerngybahwa status tanah lapangan bola merukan tanah Fasos Fasum.
“Ini tanah desa, tanah desa Satria Mekar,” tukasnya.