INFODAERAH.COM, LEBAK – Pimpinan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Lebak turun gunung langsung mengecek lokasi Pasar Sampay di Kecamatan Warunggunung, Kamis (22/5/25).
Ketua DPRD Juwita Wulandari, Wakil Ketua Acep Dimyati bersama anggota DPRD dari daerah pemilihan (Dapil) setempat Regen Abdul Aris dan Komisi II turun langsung usai menerima banyak keluhan pedagang mengenai penerapan e-Parking atau parkir elektronik yang dinilai berdampak pada sepinya pembeli.
“Dari awal pedagang sudah bicara kekhawatiran-kekhawatiran ketika gate parkir otomatis dipasang akan menurunkan pendapatan. Setelah berjalan, kita lihat banyak kios yang tutup karena pedagang sudah enggak semangat berjualan akibat sepinya pembeli,” kata Acep.
Setelah berbincang dengan banyak pedagang, menurut politisi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) ini, sistem e-Parking akan semakin mematikan ekonomi pedagang di pasar tersebut.
“Nanti kami cek berapa sih kontribusi untuk PAD (Pendapatan Asli Daerah) dari parkir itu, dibanding dengan dampak yang dirasakan 162 pedagang di sini,” tegas Acep.
Kemudian, Juwita Wulandari memastikan, DPRD akan memanggil Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Lebak dan pihak pengelola e-Parking untuk membahas persoalan yang dihadapi pedagang.
“Tindak lanjut nya kita harus duduk bersama. Termasuk kami mau lihat bagaimana kajian mereka mengenai penerapan parkir elektronik di pasar ini,” kata Juwita.
Sementara itu, Ketua Paguyuban Pedagang Pasar Sampay Azis Kusmawan menuturkan, penerapan sistem parkir elektornik berdampak pada menurunnya pendapatan.
“Sebelum ada gate parkir, pembeli yang bawa uang belanja sepuluh belas ribu enggak ragu-ragu masuk pasar. Sekarang mereka yang bawa uang segitu harus dipotong sama parkir. Karena banyak juga pembeli yang bisa lebih dari sekali masuk pasar,” ungkap Azis.
Azis mencontohkan, pendapatan hariannya bahkan turun drastis setelah penerapan parkir elektronik.
“Biasa dapat dua ratus ribu, sekarang paling delapan puluh ribu,” ucapnya.(Sar/red)