Cegah Gejolak Harga Nataru, Gubernur Banten Turun ke Pasar Rakyat

Info Daerah - Rabu, 17 Desember 2025 - 08:57 WIB
Cegah Gejolak Harga Nataru, Gubernur Banten Turun ke Pasar Rakyat
Gubernur Banten Andra Soni turun menyambangi Pasar Ciruas, Kabupaten Serang, Selasa (16/12/2025). (Info Daerah)
Penulis
|
Editor

INFODAERAH.COM, SERANG – Menjelang perayaan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (Nataru), Pemerintah Provinsi Banten memastikan ketersediaan bahan pokok tetap aman dan harga terkendali. Gubernur Banten Andra Soni turun langsung memantau kondisi pasar dengan menyambangi Pasar Ciruas, Kabupaten Serang, Selasa (16/12/2025).

Dalam kunjungannya, Andra Soni menyapa para pedagang, berdialog dengan pembeli, sekaligus mengecek langsung harga dan ketersediaan sejumlah komoditas pangan strategis. Langkah ini dilakukan untuk memastikan masyarakat dapat berbelanja kebutuhan pokok dengan tenang menjelang akhir tahun.

“Hasil pantauan di lapangan, kondisi pasar relatif stabil. Pemerintah akan terus bergerak cepat agar daya beli masyarakat tetap terjaga,” ujar Andra Soni di sela-sela kunjungan.

Berdasarkan hasil monitoring, harga beras terpantau stabil dengan pasokan yang aman. Harga cabai merah dan cabai keriting juga mulai menunjukkan tren penurunan. Sementara itu, harga daging ayam masih relatif tinggi dan terus menjadi perhatian pemerintah daerah.

Untuk komoditas minyak goreng, distribusi Minyakita saat ini tengah dipercepat. Perum Bulog Cabang Serang menyiapkan sekitar 5.000 dus Minyakita untuk memenuhi kebutuhan pasar. Selain itu, stok beras Bulog di Cabang Serang tercatat mencapai 12.500 ton dan dinilai cukup untuk memenuhi kebutuhan masyarakat selama periode Nataru hingga awal Ramadan.

Pemerintah Provinsi Banten bersama pemerintah kabupaten/kota juga memperketat pengawasan distribusi pangan guna mencegah praktik penimbunan dan permainan harga. Sebagai langkah stabilisasi, gerakan pangan murah disiapkan dan Pemerintah Kabupaten Serang akan menggelar operasi pasar murah di sejumlah titik strategis.

Gubernur Andra Soni menegaskan, kehadiran pemerintah di lapangan merupakan bentuk tanggung jawab negara dalam menjaga stabilitas harga dan ketersediaan pangan.

“Negara harus hadir memastikan masyarakat bisa berbelanja dengan aman dan nyaman, khususnya menjelang momen penting seperti Nataru,” tegasnya. (Red)

Tinggalkan Komentar

Close Ads X