INFODAERAH.COM, KAB.BEKASI -Tanggul Sungai Citarum di Kampung Bendungan, Desa Pantai Bakti, Kecamatan Muara Gembong, Kabupaten Bekasi, jebol pada Senin (19/1) malam. Akibatnya, air sungai meluap dan merendam permukiman warga dengan ketinggian hingga satu meter.
Camat Muara Gembong, Sukarmawan, mengatakan terdapat empat titik tanggul kritis di wilayahnya, terutama di sekitar Kampung Bendungan dan beberapa lokasi lain yang rawan longsor dan jebol saat debit air sungai meningkat.
Sebagai langkah awal, sejak Senin sore hingga malam, warga bersama aparatur desa dan kecamatan bergotong royong melakukan penanganan sementara dengan memanfaatkan bambu dan karung pasir.
“Penanganan masih bersifat darurat. Warga dan aparatur setempat kerja bakti seadanya sambil menunggu bantuan tambahan dari lintas sektor,” ujar Sukarmawan dalam keterangannya, Selasa (20/1/2026).
Baca juga : Banjir Terus Berulang, Pemkab Bekasi Dorong Normalisasi Kali CBL
Ia menyebutkan, bantuan logistik mulai berdatangan setelah koordinasi dilakukan dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dan sejumlah pihak terkait. BPBD Kabupaten Bekasi mengirimkan 500 karung, sementara Baznas menyalurkan sekitar 3.000 karung pasir.
“Alhamdulillah bantuan hari ini sudah mulai datang. Untuk sementara Insya Allah cukup, meski ini baru penanganan darurat,” kata Sukarmawan.
Baca juga : DPRD Kabupaten Bekasi Serap Aspirasi Pembangunan Desa Muktiwari
Berdasarkan laporan lapangan, luapan Sungai Citarum akibat jebolnya tanggul pada Senin (19/1) malam berdampak pada sekitar 15 kepala keluarga di Kampung Bendungan. Satu unit rumah dilaporkan mengalami kerusakan berat karena posisinya berada sangat dekat dengan bantaran sungai.
“Kondisi air saat ini sudah mulai surut. Warga terdampak aman dan sementara mengungsi ke rumah warga lain yang lebih aman,” ujarnya.
Menurut Sukarmawan, wilayah Muara Gembong sejatinya relatif aman dari banjir selama kondisi tanggul Sungai Citarum dalam keadaan baik. Hal ini karena aliran sungai langsung bermuara ke laut sehingga debit air cepat terbuang.
“Ancaman terbesar bukan hujan, tapi kondisi tanggul. Ada beberapa titik yang hanya mengandalkan tanah timbunan. Kalau tidak dibuat tanggul permanen berbahan beton, kekuatannya sangat terbatas,” ungkapnya.
Baca juga : Banjir Landa Kabupaten Bekasi, Plt Bupati Asep Surya Atmaja Tinjau Lokasi dan Salurkan Bantuan
Untuk solusi jangka panjang, Sukarmawan mendorong Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) segera melakukan langkah preventif dengan membangun tanggul permanen di titik-titik rawan, khususnya di Desa Pantai Bakti dan Desa Pantai Bahagia.
“Hari ini BBWS akan meninjau lokasi. Pencegahan jauh lebih baik agar ada solusi jangka panjang yang bisa bertahan bertahun-tahun,” tegasnya.
Ia juga mengapresiasi sinergi lintas sektor yang dinilai cepat dan responsif dalam membantu warga terdampak banjir.
“Kami berterima kasih kepada BPBD, Baznas, PMI, Dinas Sosial, serta para donatur yang bergerak cepat membantu warga,” pungkasnya. (Red)