Pejabat Datang Saat Minta Suara, Ikwan Datang Bawa Semen

Info Daerah - Jumat, 30 Januari 2026 - 21:39 WIB
Pejabat Datang Saat Minta Suara, Ikwan Datang Bawa Semen
 (Info Daerah)
Penulis
|
Editor

INFODAERAH.COM, KAB LEBAK – Ketika negara tak kunjung datang, warga Kampung Lebak Masingit, RT 001 RW 006, Desa Leuwi Damar, Kabupaten Lebak, memilih bergerak sendiri. Jalan lingkungan yang selama bertahun-tahun rusak dan luput dari sentuhan pembangunan akhirnya dibangun secara swadaya, dibantu 200 sak semen dari Ikwan.

Di bawah terik matahari, adukan semen dan suara cangkul menjadi pemandangan sehari-hari. Bukan proyek pemerintah, bukan pula hasil program anggaran, melainkan gotong royong warga demi akses jalan yang lebih layak.

Baca jugaIkwan Sosok Peduli Yang Hadir Ditengah Warga Cisimeut 

Bagi masyarakat setempat, jalan itu adalah urat nadi kehidupan akses anak ke sekolah, petani ke ladang, hingga warga menuju fasilitas kesehatan. Namun, selama bertahun-tahun, harapan perbaikan tak pernah benar-benar terwujud.

Ikwan mengatakan, kehadirannya lahir dari keprihatinan melihat warga yang terlalu lama menunggu.

“Jalan ini dipakai setiap hari, tapi perhatian pembangunan belum benar-benar dirasakan. Warga akhirnya bergerak sendiri dengan kemampuan yang ada,” ujar Ikwan.

Baca jugaPemkab Lebak Perkuat Pendidikan Keagamaan Lewat Pelantikan FSPP Kecamatan

Pria yang juga menjabat sebagai Bendahara Umum DPP Ormas Jayagati Banten itu menyebut, keluhan warga bukan hanya soal infrastruktur, tetapi juga soal kehadiran pemerintah.

“Yang sering disampaikan warga, pejabat datang biasanya hanya ketika ada kepentingan, terutama saat minta suara. Setelah itu, jalan rusak ini kembali dilupakan,” katanya.

Baca jugaBupati Lebak Sebut Petani Kunci Swasembada Pangan Nasional

Menurut Ikwan, gotong royong tidak boleh terus-menerus dijadikan tameng atas absennya tanggung jawab negara.

“Warga selalu hadir saat diminta. Maka pemerintah, baik DPRD maupun Bupati, juga seharusnya hadir ketika rakyat membutuhkan,” ucapnya.

Ia menegaskan, bantuan 200 sak semen yang disalurkan bukan untuk menggantikan peran pemerintah, melainkan sebagai bentuk kepedulian sekaligus pengingat bahwa masih banyak wilayah yang membutuhkan perhatian serius.

Baca jugaReses DPRD Lebak, Juwita Wulandari Serap Aspirasi Warga

Warga Kampung Lebak Masingit menyambut baik bantuan tersebut. Bagi mereka, setiap sak semen bukan hanya memperkeras jalan, tetapi juga menumbuhkan harapan bahwa suatu hari perhatian pemerintah tidak lagi datang saat kampanye, melainkan hadir nyata dalam kehidupan sehari-hari masyarakat. (Red)

Tinggalkan Komentar

Close Ads X