Bekasi Luncurkan Trans Beken, Dorong Warga Tinggalkan Kendaraan Pribadi

Info Daerah - Selasa, 10 Februari 2026 - 16:22 WIB
Bekasi Luncurkan Trans Beken, Dorong Warga Tinggalkan Kendaraan Pribadi
 (Info Daerah)
Penulis
|
Editor

INFODAERAH.COM, BEKASI — Pemerintah Kota (Pemkot) Bekasi mulai mengoperasikan layanan transportasi publik Trans Beken (Trans Bekasi Keren) sebagai bagian dari upaya menekan kemacetan dan emisi kendaraan di kawasan Jabodetabek, salah satu wilayah dengan tingkat mobilitas dan kepadatan lalu lintas tertinggi di Indonesia.

Layanan bus yang resmi beroperasi sejak Selasa (10/2/2026) ini digratiskan selama satu bulan masa uji coba. Trans Beken dirancang terintegrasi dengan Stasiun Bekasi—yang kini berstatus stasiun kereta jarak jauh—serta jaringan Light Rail Transit (LRT), guna mendorong peralihan warga dari kendaraan pribadi ke transportasi massal.

Wali Kota Bekasi Tri Adhianto menyatakan, pembangunan sistem angkutan massal terintegrasi menjadi kebutuhan mendesak bagi kota penyangga Jakarta dengan jumlah komuter yang terus meningkat setiap tahun.

“Bekasi adalah kota komuter. Kalau tidak disiapkan transportasi massal yang terintegrasi, maka kemacetan dan beban emisi akan terus meningkat. Karena itu, kita dorong perpindahan transportasi dari massal ke massal,” ujar Tri.

Peran Kota Penyangga Reduksi Emisi

Tri menilai, penguatan transportasi publik di wilayah penyangga memiliki dampak langsung terhadap kualitas udara di kawasan metropolitan. Pengoperasian Trans Beken diharapkan mengurangi penggunaan kendaraan pribadi, terutama sepeda motor dan mobil, untuk perjalanan jarak pendek menuju stasiun.

“Transportasi publik bukan hanya soal mobilitas, tapi juga soal lingkungan. Ketika masyarakat mau beralih, otomatis emisi bisa ditekan,” katanya.

Trans Beken melayani rute strategis Harapan Indah–Stasiun Kranji–Stasiun Bekasi–Terminal Bekasi. Sementara rute sebaliknya melintasi koridor LRT Bekasi Timur dan Bekasi Barat, yang selama ini menjadi titik pertemuan arus komuter Bekasi–Jakarta.

Tarif Murah, Insentif Beralih ke Angkutan Umum

Usai masa uji coba, Pemkot Bekasi menetapkan tarif tunggal Rp4.500 per perjalanan. Tarif ini diposisikan sebagai insentif agar masyarakat beralih dari transportasi berbasis aplikasi dan kendaraan pribadi.

“Kalau transportasi massal tidak murah dan nyaman, masyarakat sulit berpindah. Maka tarif kita tekan, tapi kualitas layanan tetap dijaga,” ujar Tri.

Strategi Jam Sibuk dan Kenyamanan Layanan

Pada tahap awal, 9 unit bus dioperasikan dengan pengaturan headway yang lebih rapat pada jam sibuk pagi dan sore hari. Pemkot memastikan aspek kenyamanan, keamanan, dan kebersihan armada tetap menjadi prioritas, sebagai bagian dari strategi jangka panjang pengendalian kemacetan.

“Ini bukan sekadar proyek transportasi, tapi bagian dari strategi kota penyangga untuk mengurai kemacetan Jabodetabek secara bertahap,” pungkas Tri.(red)

Tinggalkan Komentar

Close Ads X