Wisata Anyer Carita Tetap Ramai, Pemprov Banten Perkuat Mitigasi Anak Krakatau

Info Daerah - 13 Juli 2026
Wisata Anyer Carita Tetap Ramai, Pemprov Banten Perkuat Mitigasi Anak Krakatau

INFODAERAH.COM, KOTA SERANG – Aktivitas wisata di kawasan Pantai Anyer dan Carita tetap berlangsung normal meski Gunung Anak Krakatau (GAK) berstatus Level III (Siaga). Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten terus memantau perkembangan aktivitas gunung api sekaligus memperkuat kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana berdasarkan informasi resmi dari Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG).

Pemprov Banten Perkuat Mitigasi Bencana

Kepala BPBD Provinsi Banten Lutfi Mujahidin mengatakan, pemerintah tidak hanya memantau aktivitas erupsi Gunung Anak Krakatau, tetapi juga mengantisipasi kemungkinan dampaknya, terutama potensi tsunami.

“Mitigasi sudah kita lakukan sejak awal tahun, bahkan kita perkuat pasca level III status GAK,” kata Lutfi, Kamis (9/7/2026).

Menurut Lutfi, keputusan evakuasi masyarakat bergantung pada hasil analisis dan informasi resmi mengenai potensi tsunami. Erupsi gunung tidak otomatis mengharuskan masyarakat mengungsi apabila tidak ada indikasi tsunami.

Ia menjelaskan, apabila terjadi erupsi yang berpotensi memicu tsunami, masyarakat di wilayah pesisir memiliki waktu sekitar 40 menit untuk melakukan evakuasi. Karena itu, BPBD Banten terus memperkuat koordinasi dengan PVMBG, BMKG, TNI, Polri, pemerintah kabupaten/kota, serta memberikan pelatihan kepada Badan Penyelamat Wisata Tirta (Balawista).

Lutfi juga mengimbau masyarakat tetap tenang karena aktivitas wisata di Anyer dan Carita masih berjalan normal.


PVMBG: Wisata Aman, Hindari Radius Tiga Kilometer

Sementara itu, Pengamat Gunung Api PVMBG Pos Pengamatan Gunung Anak Krakatau Anggi Nuryo Saputro menjelaskan, rekomendasi PVMBG belum berubah. Masyarakat, wisatawan, nelayan, maupun pendaki dilarang beraktivitas dalam radius tiga kilometer dari kawah aktif.

“Kondisi kegempaan masih fluktuatif dan rekomendasinya belum berubah, masih tiga kilometer dari kawah pusat. Semua informasi resminya dapat diakses melalui MAGMA Indonesia,” ujar Anggi.

Anggi menjelaskan, kondisi morfologi Gunung Anak Krakatau saat ini berbeda dibandingkan menjelang tsunami Selat Sunda pada 2018. Tinggi gunung kini sekitar 158 meter di atas permukaan laut, sedangkan sebelum longsoran pada 2018 mencapai sekitar 337 meter.

“Kalau berdasarkan kajian para ahli, potensinya berbeda dengan tahun 2018. Dulu tinggi gunung sekitar 337 mdpl, sedangkan sekarang 158 mdpl, sehingga kondisinya tidak sama. Namun, masyarakat tetap harus mematuhi rekomendasi PVMBG,” katanya.

Ia menambahkan, sepanjang pemantauan PVMBG, Gunung Anak Krakatau belum pernah berstatus Level IV (Awas). Karena itu, masyarakat diminta mengikuti informasi resmi pemerintah dan tidak menafsirkan kondisi gunung berdasarkan peristiwa masa lalu.

Pantauan di sejumlah destinasi wisata menunjukkan kunjungan wisatawan tetap ramai. Abdul Malik (42), wisatawan asal Bekasi, mengaku tetap menikmati liburan yang telah direncanakan sejak sebulan lalu.

“Perjalanannya menyenangkan dan suasana pantainya juga bagus. Saya lihat kondisinya masih aman, belum ada masalah apa-apa,” ujarnya.

Hal serupa disampaikan Marlian (39), warga Bogor, yang tetap berwisata bersama komunitas senam.

“Kami tetap berangkat karena informasinya aman. Tadi bahkan sempat naik perahu ke tengah laut dan semuanya berjalan lancar,” katanya.

Di Pantai Pandan, Carita, Jonelisa (18), pelajar asal Nabire, Papua Tengah, juga memilih tetap berlibur setelah melihat kondisi wisata yang aman.

“Saya tahu informasi Gunung Anak Krakatau dari media sosial. Tapi setelah melihat masih banyak wisatawan yang berlibur ke Carita, kami tetap datang untuk menikmati liburan,” tuturnya.

Ramainya kunjungan juga dirasakan pelaku usaha wisata. Petugas penjualan tiket dan penyewaan saung di Pantai Bandulu, Maria Ulfah, mengatakan jumlah wisatawan masih tinggi, terutama pada akhir pekan.

“Pengunjung tetap ramai. Penyewaan saung juga tetap berjalan seperti biasa dan sampai sekarang peningkatan status Gunung Anak Krakatau tidak berpengaruh terhadap kunjungan wisatawan,” ujarnya. (Red)

Tinggalkan Komentar