Sebanyak 18 OPD dan Perusahaan Kompak Dukung Gebyar Klasik Tahap II di Lebak

Info Daerah - Kamis, 25 Juli 2024 - 18:30 WIB
Sebanyak 18 OPD dan Perusahaan Kompak Dukung Gebyar Klasik Tahap II di Lebak
 (PJ Bupati Lebak Iwan Kurniawan menyerahkan bantuan)
Penulis
|
Editor

INFODAERAH.COM, LEBAK – Sebanyak 18 Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dan pihak swasta yang ada di Lebak dan Provinsi Banten mendukung kegiatan Gebyar Kolaborasi Lebak atasi Stunting, Inflasi daerah dan kemiskinan Ekstrim ( Klasik) tahap II, yang puncak acaranya dilakukan di di pasar Sampay,  Kecamatan Warunggunung, Kamis, 25 Juli 2024.

Dua pihak swasta yang menjadi mitra strategis Pemkab Lebak dan memberikan kontribusi besar mendukung kegiatan itu adalah SKALA ( Sinergi dan Kolaborasi untuk Akselerasi Layanan Dasar Kemitraan Australia – Indonesia ) dan Pertamina.

Pihak swasta lainnya yang juga yang turut mendukung acara itu diantaranya : PT KAI,, PT DAEAHA E & C INDONESIA, PT Royal Sakti Mandiri, RS Kartini, PT Sierra guitar, PT Line One Indonesia, RS MISI.

Selain itu pihak swasta ada yang menyumbang berupa paket sembako, yaitu Indomart sebanyak 150 paket sembako,, PT Sayam Mas Utama sebanyak 20 karton susu UHT, BUMD sebanyak 75 paket sembako, PT Chaeron Pokhpan 5000 butir telur dan Koperasi Mina Muara Sejahtera menyumbang 100 kg ikan basah.

Sedangkan 18 OPD yang ikut terlibat dalam Gebyar Klasik Tahap II itu adalah
Dinas Perikanan Kab. Lebak yang menyerahkan paket lengkap bantuan pengadaan kapal sebanyak 8 unit. Selain itu dinas ini juga menyerahkan secara simbolis paket pembenihan dan pembesaran ikan.

Dinas Kelautan dan Perikanan Prov Banten dan PT Surya Agung Putra Jaya pada acara itu melakukan gelaran gemar ikan.

Dinas Koperasi dan UMKM Lebak pada acara itu membagikan sertifikat legalitas halal, PIRT, HAKI, Uji Mutu, dan beberapa kegiatan lainnya.

Sementara itu Dinas Pertenakan dan Kesehatan Hewan Kab. Lebak membagikan telur.

Dinas Ketahanan Pangan juga ikut terlibat dengan melakukan bimbingan teknis kreasi pangan, B2SA&PMT Pangan Lokal, Gerakan Pangan Murah.

Dinas Komunikasi dan Informatika Kab. Lebak berkontribusi mellaui rapat koordinasi KIM Kab. Lebak, podcast bicara Lebak, Talkshow interaktif, publikasi dan sosialisasi, pemanfaatan aplikasi klinik konsultasi atasi stunting.

Dinas Pertanian Kab. Lebak turut serta meramaikan Gebyar Stunting melalui pembagian berbagai benih tanaman dan sayuran, padi, sarana produksi, cabai merah dan bawang merah.

Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil melakukan pelayanan dokumen kependudukan, penerbitan akte.

Dinas sosial Kab. Lebak melakukan pemberian bantuan PKH dan BPNT, P3KE, Lebak Sejahtera, atensi kemensos.

Dinas Sosial Prov Banten melakukan pelayanan sosial keliling kemandirian sosial sentra galih pakuan, bantuan program atensi.

Dinas Perumahan Kawasan Permukiman Serta Pertanahan melakukan bantuan stimulan swadaya.

Dinas Kesehatan, melakukan skrening anemia, pemeriksaan kehamilan, pemberian PMT, bumil dll.

Dinas Pendidikan Kab. Lebak meramaikan Gebyar Klasik dengan senam bersama, pemberian tablet tambah darah, pusat informasi konseling Rem Aja (PIKR) dan pemberian makan tambahan.

DPMD Lebak berkontribusi pada acara itu dengan melakukan bintek pengelolaan BUMDES, workshop penggalian gagasan peningkatan PAD, monev, dan bintek kader posyandu dan PKK.

DP3AP2KB melakukan berbagai kegiatan, seperti kampanye gerakan bapak bunda asuh anak stunting dan penyerahan piagam BAAS dan inisiasi program Jumat Serius dll.

Pelaksanaan Gebyar Klasik Tahap II di Kabupaten Lebak dilaksanakan di enam Kecamatan dengan 24 desa sasaran, prioritas pada penurunan stunting dan kemiskinan ekstrem.

Sasaran Masyarakat miskin ekstrem di 6 kecamatan berjumlah 798 KK. Sementara sasaran stunting di 6 kecamatan jumlah totalnya 405 anak.

Pada Gebyar Klasik tahap II, jumlah bantuan yang diberikan lebih meningkat dibanding gelaran Gebyar Klasik Tahap I.

Gebyar Klasik yang dilakukan Pemkab Lebak tsebukti mampu menurunkan angka stunting, dan mengendalikan inflasi didaerah ini.

Angka inflasi kabupaten Lebak yang sebelumnya pada angka 4, 14 persen, kini turun menjadi 1,37 persen, dan kini berada pada urutan ke 9 dari seluruh Kabupaten kota di Indonesia.

Pj. Bupati Lebak Iwan Kurniawan dalam pencanangan Gebyar Klasik tahap II, mengatakan, sesuai arahan Menteri Dalam Negeri, Pemkab Lebak telah melakukan beberapa inovasi kreativitas dan intervensi danlam menurunkan angka inflasi, stunting, dan kemiskinan ekstrem. Diantaranya untuk penanganan inflasi dilakukan melalui kegiatan, operasi pasar, memantau ketersediaan sembako dan Gerakan Pasar Murah.

Dijelaskan PJ Bupati Lebak, terkait dengan inflasi ada beberapa strategi yang telah dicanangkan ditingkat nasional yaitu adanya penanganan spesifik dan adanya penanganan sensitive.

Saat ini pihaknya melakukan inovasi kreativitas, tidak hanya penanganan stunting dibidang kesehatan,tapi gebyar klasik tahap 1 dan tahap 2, Pemkab Lebak melakukan intervensi stunting.

Demikian juga terkait dengan penanganan inflasi, Pemkab Lebak juga melakukan operasi pasar, melakukan Gerakan pasar murah, pemantauan bahan pokok, dan melakukan koordinasi lintas sektor.

Iwan menambahkan, terealisasinya Gebyar Klasik ini salah satunya adalah karena adanya koordinasi lintas sektor, antara kementerian Lembaga, Pemerintah Provinsi, pemerintah Kabupaten Lebak dan juga dengan lintas sektoral serta para pengusaha di Kabupaten Lebak.

Sementara untuk mengurangi kemiskinan ekstrem, Pemerintah juga telah mengoptimalkan bantuan – bantuan bagi masyarakat baik melalui pemerintah pusat, pemerintah Provinsi, Pemerintah Kabupaten Lebak dan dunia usaha.

Dirinya berharap, intervensi melalui bantuan-bantuan dari pemerintah daerah pemerintah pusat, provinsi dan dunia usaha, dapat memberikan pengurangan – pengurangan kepada masyarakat, melalui bantuan – bantuan yang cukup banyak, juga akan meningkatkan pendapatan masyarakat mengurangi factor kemiskinan.

” Tiga intervensi itu yang tentunya menjadi acuan bagi kami mengani stunting, inflasi dan kemiskinan,” kata Iwan. (*)

Tinggalkan Komentar

Close Ads X