Ratusan Pedagang Pasar Sampay Demo, Tolak Gate Parkir yang Bikin Omzet Anjlok

Info Daerah - Kamis, 30 April 2026 - 13:06 WIB
Ratusan Pedagang Pasar Sampay Demo, Tolak Gate Parkir yang Bikin Omzet Anjlok
 (Info Daerah)
Penulis
|
Editor

INFODAERAH.COM, LEBAK – Ratusan pedagang Pasar Sampay, Kecamatan Warunggunung, Kabupaten Lebak, yang tergabung dalam Paguyuban Pedagang Pasar Sampay, menggelar aksi unjuk rasa menolak pemberlakuan gate parkir di depan pasar, Kamis (30/4/2026).

Baca jugaJaksa Agung Lantik 14 Kajati dan 16 Pejabat Kejaksaan, Berikut Daftar Namanya

Berdasarkan pantauan di lapangan, para pedagang membawa berbagai poster bernada protes. Salah satu di antaranya bertuliskan, “Kami seluruh pedagang Pasar Sampay menolak pemberlakuan gate parkir yang menurunkan jumlah pengunjung dan omzet pedagang. Kami menuntut agar gate parkir ditutup secara permanen.”

Koordinator aksi yang juga Ketua Paguyuban Pedagang Pasar Sampay dalam orasinya menyampaikan bahwa aspirasi pedagang selama ini tidak mendapat perhatian dari pemerintah.

“Hari ini kami menyampaikan uneg-uneg yang selama ini tidak diperhatikan. Pemerintah hanya mengatasnamakan Pendapatan Asli Daerah (PAD), tetapi tidak memperhatikan dampak ekonomi dari kebijakan gate parkir ini. Pelanggan jadi malas datang ke pasar,” ujarnya.

Ia menambahkan, sejak diberlakukannya sistem gate parkir sekitar satu bulan terakhir, kondisi pasar semakin sepi. Bahkan, sejumlah kios dilaporkan tutup akibat menurunnya jumlah pembeli.

“Omzet kami turun drastis. Banyak kios yang terpaksa tutup karena sepinya pengunjung,” katanya.

Menanggapi aksi tersebut, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Lebak, Rully Edward, didampingi Anggota DPRD Lebak dari Fraksi PKS, Erik Heriana, turun langsung menemui para pedagang untuk berdialog.

Dalam penjelasannya, Rully menyatakan bahwa penerapan gate parkir bertujuan meningkatkan PAD serta meminimalisasi kebocoran pendapatan.

“Sekarang sudah era digital, sistemnya cashless. Tujuan gate parkir ini untuk mencegah kebocoran PAD. Contohnya di Rangkasbitung, sebelum ada gate parkir pendapatan hanya sekitar Rp2 juta per hari, setelah diterapkan meningkat menjadi Rp20 juta per hari,” jelasnya.

Ia juga mengungkapkan bahwa di Pasar Sampay, pendapatan parkir saat ini berkisar antara Rp1,1 juta hingga Rp2 juta per hari, yang diperkirakan berasal dari sekitar 1.000 kendaraan.

Namun, pernyataan tersebut langsung ditanggapi pedagang yang menilai jumlah pengunjung tidak sebanyak yang disampaikan.

Usai dialog, sempat terjadi ketegangan antara pedagang dan pihak pemerintah karena adanya perbedaan pandangan terkait kebijakan gate parkir tersebut. (Habib)

Tinggalkan Komentar

Close Ads X