Pesona Ujung Kulon Mendunia, Banten Tawarkan Wisata Alam dan Konservasi dalam Satu Destinasi

Info Daerah - Senin, 8 Juni 2026 - 21:07 WIB
Pesona Ujung Kulon Mendunia, Banten Tawarkan Wisata Alam dan Konservasi dalam Satu Destinasi
 (Pulau Peucang)
Penulis
|
Editor

INFODAERAH.COM, KAB.PANDEGLANG – Provinsi Banten menawarkan pengalaman wisata alam berkelas dunia melalui kawasan Taman Nasional Ujung Kulon (TNUK), situs konservasi yang berstatus Warisan Dunia UNESCO. Kawasan ini menyuguhkan beragam destinasi eksotis, mulai dari Pulau Peucang, Pulau Handeuleum, Pulau Panaitan, hingga Karang Copong.

Keindahan alam, kekayaan biodiversitas, dan beragam aktivitas petualangan menjadikan Ujung Kulon sebagai salah satu destinasi unggulan wisata alam di Indonesia.

Untuk memperkenalkan potensi tersebut, Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Banten Eli Susiyanti bersama sejumlah mitra pariwisata menjelajahi beberapa destinasi unggulan di kawasan TNUK. Kegiatan itu menjadi bagian dari promosi wisata Banten di tingkat nasional maupun internasional.

Eli mengatakan, Banten memiliki banyak destinasi alam yang mampu memberikan pengalaman berbeda bagi wisatawan.

“Banten memiliki potensi wisata alam yang luar biasa dan tidak pernah kehabisan destinasi menarik untuk dikunjungi,” kata Eli Susiyanti di Pulau Peucang, Kabupaten Pandeglang, Minggu (7/6/2026).

Rangkaian perjalanan dimulai dari Pulau Handeuleum. Pulau ini menawarkan wisata susur kawasan mangrove, jalur trekking alam, serta kesempatan mengamati satwa liar di habitat aslinya.

“Di Pulau Handeuleum kami menikmati kawasan mangrove yang indah, melakukan trekking, dan menyaksikan berbagai satwa liar yang menjadi kekayaan biodiversitas Ujung Kulon,” ujarnya.

Rombongan kemudian melanjutkan perjalanan ke Pulau Panaitan. Mereka bermalam di pulau tersebut untuk menikmati berbagai aktivitas wisata yang menjadi daya tarik kawasan itu.

“Kami melanjutkan perjalanan ke Pulau Panaitan untuk mengeksplorasi keindahannya. Kami juga sempat berselancar serta menikmati panorama matahari terbit dan matahari terbenam yang sangat memukau,” ungkap Eli.

Eksplorasi berlanjut ke sejumlah lokasi ikonik lainnya. Pulau Peucang menawarkan pantai berpasir putih dan keberadaan satwa liar yang mudah dijumpai. Karang Copong menghadirkan panorama tebing karang yang eksotis, sedangkan Pulau Bocaan menyuguhkan bentang alam yang masih alami dan terjaga.

Eli berharap semakin banyak wisatawan datang ke kawasan Taman Nasional Ujung Kulon. Namun, ia mengingatkan pentingnya menjaga kelestarian lingkungan selama berwisata.

“Taman Nasional Ujung Kulon memiliki alam yang sangat indah dan layak dikunjungi. Datanglah ke Banten, tetapi mari bersama-sama menjaga alam ini agar tetap lestari dan tidak tercemar,” tegasnya.

Salah seorang wisatawan asal Bekasi, Dinda, mengaku terkesan saat pertama kali mengunjungi Pulau Peucang bersama kerabatnya, Ade.

“Ini pertama kali saya ke Pulau Peucang. Seru dan keren sekali. Saat sampai di sini, pemandangannya benar-benar seindah yang saya lihat di media sosial. Banyak satwa liar yang bisa dilihat langsung di habitatnya,” kata Dinda.

Menurut dia, pengalaman berwisata di kawasan Taman Nasional Ujung Kulon meninggalkan kesan mendalam.

“Lokasinya ternyata sebagus yang ada di media sosial, bahkan lebih indah. Sepertinya kami akan kembali lagi ke sini,” ujarnya.

Taman Nasional Ujung Kulon berada di ujung barat Pulau Jawa dan menjadi habitat terakhir badak jawa bercula satu yang masih bertahan di alam liar. Kawasan konservasi ini juga menyimpan keanekaragaman hayati yang tinggi, hutan tropis yang masih alami, pantai-pantai eksotis, serta gugusan pulau yang menjadi daya tarik utama wisata Banten. (Red)

Tinggalkan Komentar

Close Ads X