“Kemana Pak Kades, Pak Camat, dan para anggota DPRD Dapil 4 yang waktu Pileg rajin nyamperin masyarakat. Sekarang giliran masyarakat butuh bantuan, ora ada yang dateng?” kata dia berapi-api.
Herry memberi contoh tentang banyak-nya bangunan-bangunan kios yang berdiri mewah di atas pengairan. Bangunan itu berdiri di sejumlah wilayah Kecamatan Babelan.
“Itu kenapa bisa ada bangunan di atas tanah pengairan, malah di atas pengairan? Kalau bukan ada transaksi, mana bisa di situ ada bangunan? Selain ganggu ketertiban umum, bangunan itu juga berpotensi bikin banjir,” papar Herry sembari menunjukkan bukti foto.
Oleh karena itu, bagi Herry tak ada alasan bagi pemerintah desa, kecamatan, dan tingkat Kabupaten Bekasi untuk beralasan bahwa tak bisa membantu untuk mendirikan rumah bagi Nenek Rus karena terbentur status tanah.
“Ini jadinya seperti anak ayam kelaparan di dalam lumbung. Itu peribahasa yang paling tepat menggambarkan krisis kesejahteraan di Kecamatan Babelan,” imbuh dia.