drh Slamet: Hari Pangan Sedunia Momentum Evaluasi Kedaulatan Pangan Dalam Negeri

Info Daerah - Senin, 18 Oktober 2021 - 17:30 WIB
drh Slamet: Hari Pangan Sedunia Momentum Evaluasi Kedaulatan Pangan Dalam Negeri
Istimewa ()
Penulis
|
Editor

“Beberapa hasil studi menunjukkan bahwa indeks keberlanjutan pangan menunjukkan Indonesia masih menempati ranking ke 60 dari 67 negara yang diukur,” kata Slamet di Senayan, Jakarta.

“Dengan nilai seperti itu menunjukkan bahwa kondisi indonesia jauh lebih buruk dari negera-negara Afrika seperti Ethopia (Rank 27), Zimbabwe (31), Zambia (32).

Data Indeks Kelaparan Global (Global Hunger Index) juga menunjukkan nilai Indonesia terus mengalami penurunan bahkan tahun 2020 menyentuh angka 20.1 atau masuk dalam kategori negara dengan status kelaparan kronis,” tambahnya.

Selain itu menurut Slamet kondisi ketergantungan Indonesia terhadap produk pangan impor saat ini sudah masuk pada fase mengkhawatirkan.

Hampir semua bahan pangan krusial, penyediaanya sangat tergantung dari impor.

“Lihat saja data impor beberapa komoditas selama semester pertama tahun ini misalnya impor beras sebanyak 221 ribu ton, garam 1,08 juta ton dari target 3,07 juta ton, gula 1,97 juta ton dari target 4 juta ton,

bahkan impor produk perikanan mencapai 42.079 ton, dengan nilai US$65,34 juta atau sekitar Rp942,2 miliar,” imbuhnya.

Jika di akumulasikan, kata Slamet total nilai impor pangan pada semester awal tahun 2021 adalah lebih dari 15 juta ton bahan pokok senilai US$ 8,37 miliar atau setara dengan Rp 118,9 triliun (kurs Rp 14.200/US$).

“Data-data ini tentu saja menjadi aleram bahwa masih banyak pekerjaan rumah dalam pengelolaan pangan nasional,” tukasnya.(*)

Halaman:
1
2

Tinggalkan Komentar

Close Ads X