kedepan kami juga mengajak kepada para dermawan untuk juga berpartisipasi merampungkan bangunan MCK dan tempat wudhu yang belum selesai atau masih terbengkalai,” ujar Ilham.
Sementara itu, pimpinan RTQ Nurul Iman, ustadz Sonang Simbolon juga sangat berterimakasih atas kedatangan relawan Teladanku yang telah membantu pengadaan meja mengaji santri.
Ia juga berharap semoga sinergi kebaikan ini bisa berlanjut sehingga Teladanku di harapkan menjadi jembatan antara dermawan dengan Rumah Tahfidz Quran,
dalam upaya mendidik dan memberantas buta huruf Al Quran generasi muda Islam khususnya di kota Bekasi.
Perlu di ketahui RTQ Nurul Iman Bekasi saat ini memiliki sebanyak 30 santri yang terdiri dari yatim dan dhuafa binaan serta warga sekitar perumahan.
Berada di bawah Yayasan Bahtra Pendidikan Islam, RTQ Nurul Iman juga membuka pendaftaran santri baru untuk yatim dan dhuafa gratis tanpa dipungut biaya.
Waktu belajar sore dengan penerapan protokol kesehatan.
Serta juga kembali membuka kesempatan belajar mengaji untuk kalangan profesional/karyawan yang berniat,
untuk memperbaiki bacaan Al Quran maupun juga bagi yang baru.
(Red)