Menurut anggota Komisi XI DPR RI ini, minusnya belanja pemerintah membuktikan bahwa kinerja pemerintah belum membaik.
Padahal gerak cepat pemerintah di perlukan saat ekonomi nasional belum sepenuhnya stabil.
“Pemerintah seolah tidak ingin memperbaiki kualitas belanjanya yang seringkali menumpuk di akhir tahun.
Akhirnya berdampak tidak positif terhadap pemulihan ekonomi nasional,” kata Anis.
Ia menilai tidak optimalnya belanja pemerintah pada kuartal I-2022, justru ‘menghambat’ pertumbuhan dan akselerasi pemulihan ekonomi nasional.
Wakil Ketua Badan Akuntabilitas Keuangan Negara (BAKN) DPR RI ini menegaskan bahwa konsumsi rumah tangga memiliki nilai strategis dalam peningkatan ekonomi nasional.
“Selama ini, kita selalu di topang oleh konsumsi rumah tangga.