Di kuartal I-2022 ini saja angka kontribusi pengeluaran konsumsi rumah tangga sebesar 53,65 persen dari total PDB,” papar Anis.
Menurutnya, momentum membaiknya daya beli masyarakat ini harus di jaga oleh pemerintah.
Jangan sampai saat ekonomi mulai pulih seperti sekarang ini, pemerintah malah menaikan administered price seperti tarif listrik, gas, KRL, dan BBM.
Anggota DPR RI dari daerah pemilihan Jakarta Timur ini mengingatkan agar pemerintah harus peka dan berpihak pada kepentingan rakyat,
karena perekomian Indonesia justru lebih banyak disumbang oleh rakyat.
“Dengan angka inflasi IHK April 2022 tercatat 3,47 persen (yoy) naik lebih tinggi di banding inflasi pada bulan sebelumnya yang sebesar 2,64 persen,
pemerintah harus mengendalikan inflasi agar kualitas pertumbuhan ekonomi terus terjaga”, pungkasnya.
(Red)