INFODAERAH.COM, LEBAK – Aktifis pemuda di Lebak, Dede Suherli meminta Dinas Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) untuk segera menertibkan tiang-tiang telepon milik servis provider Biznet diduga tidak mengantongi ijin dari Pemerintah Kabupaten.
Ketua Komunitas Aspiratif (Komunas) ini mengaku sudah, beberapa kali menanyakan ke kepala Dinas PUPR Lebak tentang ijin penggunaan badan jalan untuk pemasangan tiang telepon Biznet, dan PUPR belum pernah mengeluarkan ijin.
“Bahkan pihak PUPR Lebak mengaku sudah memanggil dan menegur pihak Biznet, agar segera mengurus ijin, namun hingga kini tidak diindahkan,” kata Dede, Rabu (13/7/22).
BACA JUGA : Kejari Lebak Panggil 28 Perusahaan Terkait Ini
Hasil pantauan media ini, di beberapa titik dari titik kabupaten, maupun jalan nasional berjejer Tltiang optic baru yang di pasang oleh salah satu Provider Biznet yang diduga tak mengantongi ijin.
Ciri tiangnya, pada bagian ujung atas dicat kuning.
Sementara itu, Kepala Dinas PUPR Kabupaten Lebak, Irvan Suyatufika, saat di hubungi wartawan, terkait adanya kegiatan pemasangan Tiang Optik jaringan tersebut mengaku pernah mengundang perusahaan itu datang ke kantornya untuk segera mengurus ijin.
BACA JUGA : Terkait Tudingan Penyerobotan Lahan Milik Sekolah, BPKAD Lebak Akan Libatkan Kejaksaan
“Terkait pemasangan tiang jaringan tersebut, dan jika memang ada perusahaan yang masang tiang baru, itu tidak diperbolehkan, untuk wilayah kota rangkasbitung, kecuali hanya memasang kabel baru dan di pasang di tiang lama, itupun harus berkoordinasi terlebih dahulu dengan pemerintah,” tegasnya.
Sementara itu kepala Dinas Satuan Pamong Praja dan Damkar Lebak, Dartim ketika dikonfirmasi adanya perusahaan provider yang diduga tak berijin memasang tiang di badan jalan milik Pemkab Lebak, dirinya mengaku akan segera berkoordinasi dengan pihak PUPR Lebak.
“Kita akan koordinasi dengan PUPR Lebak. Kita akan monitor ke lapangan,” kata kepala Dinas Satuan Pamong Praja dan Damkar Lebak, Dartim melalui telepon selularnya, Rabu (13/7/2022)
Hingga berita ini diunggah belum bisa didapatkan konfirmasi pihak Biznet. Media ini akan terus berusaha melakukan konfirmasi kepada pihak Biznet.. (red)