Apa lagi, lanjut Gus Fahrur menambahkan, Indonesia sudah memasuki tahun politik. Pada momentum ini, katanya, TNI harus mendapatkan dukungan dari semua kalangan untuk menjaga keamaan dan persatuan serta kesatuan bangsa.
“Ini kan momen tahun politik. Tentara harus kuat dan solid. Kita butuh keamanan dan kenyamanan. Makanya kita berharap jangan ada berita disharmoni, jangan ada narasi-narasi yang berpotensi memecah belah. Kita ingin semua ini rukun. Tentara ini kekuatan besar. Kita punya harapan besar kepada tentara,” tambahnya.
Gus Fahrur berharap, Panglima TNI Jenderal Andika Perkasa dan KSAD Jenderal Dudung Abdurachman tidak harus menanggapi sumua kritik. Mereka harus fokus pada konsolidasi penguatan TNI.
“Kita harus ikut berusaha menbuat situasi lebih baik. Kalau memang ada orang yang sifatnya mengadu domba, atau sifatnya dia memang tidak menginginkan sesuatu harmonis saya kira tidak harus di tanggapi. Tapi, di tanggapinya dengan konsolidasi, menunjukkan bahwa Panglima dan KSAD sedang akur, dan sama pak Effendi Simbolon sudah saling memaafkan. Nanti itu akan hilang sendiri,” harapnya.
“Saya kira sebagai jenderal berpengaruh dan pengalaman, beliau-beliau itu pasti sudah mengukur mana yang harus di tanggapi mana yang tidak perlu di tanggpi,” pungkas Gus Fahrur.(Red)