Pada acara tersebut, Ibu Negara berjalan dari Loji Gandrung, rumah dinas Walikota Solo menuju Ndalem Wuryaningratan di Jalan Slamet Riyadi Solo, bersama sejumlah tokoh perempuan, 35 perempuan mandiri terpilih dan juga diikuti oleh ribuan anggota Himpunan Ratna Busana (HRB) Solo.
Adapun 35 perempuan berkebaya tersebut di cari dan di pilih secara khusus dari berbagai profesi. Seperti profesi penjual jamu gendong, pesinden ngamen, pedagang pasar, dan profesi lainnya.
Dalam kesempatan itu, seluruh perempuan berkebaya pilihan tersebut di berikan penghargaan karena mendedikasikan hidupnya dengan mengenakan kebaya dalam bekerja.
Baca berita:
Rieke Diah Pitaloka Akan Terus Berjuang Industri Nasional Kantong Darah
Pada event ini juga di lakukan penandatanganan dukungan menjadikan kebaya sebagai busana tradisional Indonesia yang di akui oleh UNESCO.
Tepatnya, mengusulkan kebaya sebagai warisan budaya tak benda sekaligus menetapkan Hari Kebaya Nasional.
Ada banyak motif kebaya di Indonesia, tapi ada tiga motif kebaya yang kita daftarkan, yakni Kebaya kutu baru, kebaya Kartini dan kebaya krancang. (Red)