Terkait dukungan lembaga filantropi juga nantinya kita akan lakukan advokasi dan sosialisasi program JKN kepada filantropi kesehatan karena saat ini masih jarang filantropi yang khusus untuk JKN.
Saat ini filantropi kebanyakan membiayai yang sifatnya indirect cost atau yang tidak langsung, biasanya mereka membantu untuk transport, harapan nya nanti perlu juga di bantu untuk peserta yang menunggak,
Kalo untuk provinsi Jawa Barat saat ini banyak di bantu oleh Baznas Provinsi, kemudian juga oleh kitabisa.com, JQR, katanya.
Kita juga berharap ada CSR yang membantu untuk peserta yang menunggak, Tahun lalu di wilayah Kota Bandung di biayai oleh Taher Foundation.
Harapannya ada CSR lain yang bisa juga melakukan hal yang sama.
Baca berita:
https://infodaerah.com/2023/02/19/cba-jabarkan-dugaan-penyimpangan-anggaran-retribusi-pemkab-bogor/
Masih belum banyak yang mengenal baik filantropi dan CSR padahal hal itu lumayan banyak membantu, yang mereka kenal banyak membantu saat ini baru Baznas karena memang di antara 8 asnaf penerima zakat adalah ghorimin (yaitu orang yang memiliki utang dan kesulitan melunasinya) sehingga bantuan dari Baznas dengan melunasi tunggakannya.
Kita juga masih terus menggali potensi di masyarakat dan sepertinya banyak CSR itu, kalau saya baca beberapa literatur tentang filantropi ternyata banyak masyarakat yang sangat peduli, hanya saja kita sedang menginventarisir dan nanti kita akan ajak bekerjasama untuk mendukung program JKN
NGO itu juga bisa kita ajak berkolaborasi prinsipnya seperti slogan nya BPJS kita bergotong royong semua jadi tertolong.
Baca berita:
https://infodaerah.com/2023/02/21/diskominfosantik-segera-bentuk-unit-bekasi-saber-hoaks/
Sebetulnya kalau kita jadi peserta JKN itu kita juga membantu yang lain, dengan kita membayar iuran, kita sehat itu Alhamdulillah, namun uang kita yang di bayarkan itu menjadi shodaqoh untuk menolong orang yang sakit dengan niat membantu orang lain dan ini yang harus di pahami masyarakat. (Denis/red)