Tak kalah penting juga turut menyumbang tenaga kerja sebesar 97,22 persen.
Lebih lanjut, Tri berharap, pergelaran yang di inisiasi OASE KIM ini akan membuat angklung tetap lestari di dalam maupun luar negeri.
“Melalui acara ini kita berharap dapat melestarikan angklung, sehingga terus di kenal baik di dalam negeri maupun luar negeri,” tambahnya.
“Kemudian kegiatan ini juga bisa memberikan inspirasi bagi bangsa lain untuk mengenali dan menghargai keunikan budaya Indonesia,” tandasnya.
Seperti diketahui, angklung merupakan alat musik khas dari Indonesia yang terbuat dari bambu. Pada November 2010, United Nations Educational , Scientific , and Cultural Organization (UNESCO) telah menetapkan angklung sebagai warisan budaya tak benda.
Baca berita:
Di ketahui beberapa pihak ikut berpartisipasi di dalamnya, seperti OASE KIM, Pegawai Negeri Sipil (PNS), Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kemendagri, Kemensetneg, Kemendikbud, Kementerian PAN RB, Kementerian ESDM, Kementerian PUPR, Kementerian BUMN, dan Kementerian Perhubungan. Selain itu, di libatkan pula Praja IPDN, Taruna dan Taruni Politeknik Transportasi Darat Indonesia Sekolah Tinggi Transportasi Darat (PTDI-STTD), Mabes Polri dan DWP Polri, Persit, berbagai organisasi perempuan, pelajar SMP, SMA, TP PKK Pusat, TP PKK daerah, serta beberapa pihak terkait lainnya.
Puspen Kemendagri