Titiek Soeharto Geram soal Pembalakan Liar Pasca Banjir Sumatera: “Menyakitkan dan Menghina Rakyat”

Info Daerah - Kamis, 4 Desember 2025 - 22:37 WIB
Titiek Soeharto Geram soal Pembalakan Liar Pasca Banjir Sumatera: “Menyakitkan dan Menghina Rakyat”
Ketua Komisi IV DPR RI, Siti Hediati Hariyadi  (Info Daerah)
Penulis
|
Editor

INFODAERAH.COM, JAKARTA – Ketua Komisi IV DPR, Siti Hediati Hariyadi atau Titiek Soeharto, meluapkan kemarahan atas dugaan pembalakan liar yang dinilainya ikut memperparah bencana banjir dan longsor di Sumatera Utara, Sumatera Barat, dan Aceh.

Dalam rapat kerja dengan Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni di Kompleks Parlemen, Kamis, 4 Desember 2025, Titiek menayangkan sebuah video viral yang memperlihatkan truk-truk besar mengangkut kayu log berdiameter raksasa di wilayah Sumatera pascabencana.

“Terus terang saya sedih, miris, dan marah,” kata Titiek.

Ia menilai ukuran kayu yang mencapai diameter satu setengah meter itu menunjukkan usia pohon yang seharusnya ratusan tahun. “Apa salah pohon itu? Dia menjaga erosi, memberi udara yang segar. Kok dipotong begitu saja?” ujar Titiek.

Baca jugaBanggar DPR RI : Pemerintah Dapat Gunakan Dana On Call Rp4 T untuk Bencana Sumatera

Kayu-kayu tersebut diduga berasal dari kawasan hutan di Sibolga, Sumatera Utara, wilayah yang juga mengalami kerusakan parah akibat bencana. Titiek menyebut ironi ketika truk-truk itu justru melintas di jalan raya hanya dua hari setelah banjir besar.

“Dengan kemajuan teknologi, truk itu lewat di depan hidung kita. Baru kena bencana, mereka lewat begitu saja. Ini menyakitkan dan menghina rakyat Indonesia,” ujarnya.

Baca jugaKomisi VIII Desak Pemerintah Pusat Segera Tetapkan Banjir di Sumatra sebagai Bencana Nasional

Titiek meminta Menteri Kehutanan Juli Antoni menelusuri perusahaan yang terlibat dan menghentikan seluruh aktivitas penebangan pohon berukuran besar. Menurut dia, moratorium tidak lagi cukup menghadapi kerusakan hutan yang semakin masif.

“Cari tahu siapa perusahaannya. Hentikan semua ini. Jangan ada lagi pohon besar ditebang,” kata politikus Gerindra itu.

Baca jugaRuslan Daud Minta Pertamina Cepat Atasi Kelangkaan LPG dan BBM di Aceh, Sumut dan Sumbar

Ia juga menyoroti temuan ratusan potong kayu yang hanyut dan menumpuk di sungai serta pantai pascabanjir. Fenomena itu, menurut dia, menunjukkan semakin tak terkendalinya pembukaan lahan untuk perkebunan dan pertambangan di Sumatera.

“Pembukaan lahan perkebunan dan pertambangan harus diperketat lagi syarat-syaratnya. Jangan dibiarkan begitu saja.Sudah cukup,” katanya.

Titiek menegaskan sebagai Ketua Komisi IV mendukung langkah pemerintah menindak tegas para pelaku perusakan lingkungan.

“Siapa pun yang merugikan bangsa dan merusak hutan kita, tindak saja. Kami di belakang Bapak,” ujarnya kepada Menteri Kehutanan. (Red)

Tinggalkan Komentar

Close Ads X