PUSPAGA Kota Bekasi Edukasi Bahaya Grooming Perempuan dan Anak di Ruang Publik

Info Daerah - Minggu, 15 Februari 2026 - 14:19 WIB
PUSPAGA Kota Bekasi Edukasi Bahaya Grooming Perempuan dan Anak di Ruang Publik
 (Info Daerah)
Penulis
|
Editor

INFODAERAH.COM, KOTA BEKASI – PUSPAGA Kota Bekasi menggelar talkshow edukatif bertema Invisible Threat: Women & Child Grooming bertepatan dengan momentum Hari Kasih Sayang. Melalui kegiatan ini, PUSPAGA membawa isu grooming perempuan dan anak langsung ke ruang publik agar mudah diakses masyarakat.

PUSPAGA mengemas talkshow bertajuk “Di Balik Anggunnya Kebaya: Melindungi Perempuan dan Anak dari Bahaya Grooming” di Main Atrium Pakuwon Mall Bekasi, Minggu (15/2/2026). Acara ini menjadi langkah awal PUSPAGA untuk membuka diskusi terbuka mengenai kejahatan berbasis manipulasi psikologis.

Wakil Ketua II PUSPAGA Kota Bekasi sekaligus Psikolog Senior UPTD PPA Kota Bekasi, Dr. Siti Nurhidayah, S.Psi., M.Si., menjelaskan bahwa pelaku grooming secara aktif membangun kepercayaan korban sebelum melakukan eksploitasi.

“Pelaku grooming memanipulasi psikologis korban melalui pendekatan emosional. Banyak keluarga tidak menyadari proses ini karena tidak meninggalkan tanda fisik di awal. Dampaknya justru merusak kesehatan mental korban dalam jangka panjang,” tegasnya.

Ia menilai edukasi publik memegang peran penting untuk mencegah grooming sejak dini. Menurutnya, masyarakat perlu mengenali pola komunikasi dan perilaku mencurigakan sebelum relasi berubah menjadi kekerasan seksual.

Dalam sesi berikutnya, Dr. Zahara Tussoleha Rony, S.Pd., M.M., menguraikan strategi love bombing yang sering pelaku gunakan untuk mengendalikan korban. Ia menyebut kemampuan komunikasi pelaku menjadi senjata utama dalam proses grooming.

“Pelaku sengaja menampilkan diri sebagai sosok paling peduli. Ketika korban mulai curiga, pelaku langsung melakukan gaslighting dan memutarbalikkan fakta agar korban meragukan perasaannya sendiri,” jelasnya.

Talkshow ini memperlihatkan kolaborasi lintas sektor. LBH IBLAM, Polres Metro Bekasi Kota, akademisi UBHARA JAYA, serta dosen dan psikolog dari UNISMA 45 turut terlibat aktif dalam diskusi.

Praktisi hukum LBH IBLAM, Ananda Meci Hadyanti, S.H., M.Han., menyoroti relasi kuasa sebagai faktor utama yang membuat kasus grooming terus berulang. Ia menyebut pelaku sering memanfaatkan posisi sosial untuk menekan korban.

“Pelaku grooming secara sadar mempersiapkan korban menuju eksploitasi seksual. Relasi kuasa kerap muncul antara guru dan murid, dosen dan mahasiswa, atau tokoh agama dengan santri. Dalam banyak kasus, pelaku juga menargetkan orang dewasa,” ungkapnya.

Dari sisi penegakan hukum, IPTU Rencana Sih Muryati, S.H., KBO Satres PPA PPO Polres Metro Bekasi Kota, memaparkan alur pelaporan kasus grooming dan kekerasan seksual.

“Korban dapat langsung mendatangi SPKT Polres dengan membawa bukti awal. Satres PPA akan menangani laporan tersebut. Jika korban mengalami trauma berat, kami segera merujuk korban ke UPTD PPA untuk pendampingan psikologis,” jelasnya.

Ia mengakui banyak korban memilih diam karena pelaku telah menanamkan rasa takut, malu, dan ketergantungan emosional sejak awal.

Diskusi berlangsung interaktif di bawah moderasi Resa Rusayani, S.H., yang akrab disapa Echa. Moderator memandu dialog secara lugas dan mendorong narasumber membahas persoalan grooming dengan bahasa yang mudah dipahami pengunjung mal.

Echa juga menantang perspektif penegakan hukum dengan menyoroti celah perlindungan korban dan kuatnya relasi kuasa. Pendekatan ini membuat diskusi terasa hidup dan relevan bagi masyarakat umum.

Melalui kegiatan ini, PUSPAGA Kota Bekasi menargetkan peningkatan kesadaran publik terhadap bahaya grooming. PUSPAGA mendorong masyarakat membangun perisai mental dan literasi hukum untuk melindungi perempuan dan anak.

PUSPAGA menegaskan bahwa isu perlindungan perempuan dan anak tidak boleh lagi tersembunyi. Semua pihak perlu menghadirkannya di ruang publik sebagai tanggung jawab bersama. (Red)

Tinggalkan Komentar

Close Ads X