INFODAERAH.COM, KOTA BEKASI – Kecelakaan lalu lintas terjadi di Jalan Kalimantan Raya, Kelurahan Aren Jaya, Kecamatan Bekasi Timur, sekitar pukul 11.00 WIB. Sebuah mobil dapur SPPG MBG diduga melaju dengan kecepatan tinggi sebelum oleng dan menabrak dua pedagang kaki lima, yakni penjual tahu crispy dan pedagang ayam goreng, Selasa (12/5).
Empat orang mengalami luka akibat kejadian tersebut. Dua korban merupakan pedagang yang berada di lokasi, sedangkan dua lainnya merupakan sopir dan kernet mobil MBG.
Baca juga : Kejari Kota Bekasi Periksa 14 Saksi Terkait Dugaan Pungli Izin MCK Pasar Bantargebang
Salah seorang saksi mata, Yuli (53), mengaku melihat mobil melaju tidak stabil sebelum kecelakaan terjadi. Saat itu, ia baru keluar dari minimarket dan hendak menyeberang jalan untuk membeli ayam.
“Mobil itu dari arah sana sudah agak oleng dan agak begitu kencang. Kita buru-buru nyebrang, kalau enggak mungkin kita juga kena,” ujar Yuli saat ditemui di lokasi kejadian.
Menurut Yuli, suara benturan keras terdengar sesaat setelah dirinya tiba di seberang jalan. Mobil kemudian menghantam deretan pedagang di pinggir jalan.
“Pas sampai seberang langsung bunyi keras banget. Kayak petir tunggal, semua orang kaget,” katanya.
Ia menduga pengemudi tidak mampu mengendalikan kendaraan sehingga mobil terus meluncur ke arah gerobak pedagang tahu crispy dan penjual ayam goreng.
Yuli menyebut kondisi korban cukup parah, terutama pedagang tahu crispy yang ditemukan dalam kondisi kritis.
“Yang tukang tahu crispy itu parah, posisinya sudah kritis. Kalau yang pedagang ayam tangannya patah karena kegencet gerobak,” ungkapnya.
Sementara itu, sopir dan kernet mobil MBG juga mengalami luka. Salah satu korban mengalami luka di bagian kepala dan masih berada di dalam kendaraan saat warga mendatangi lokasi.
“Yang di mobil saya lihat kepalanya berdarah,” pungkasnya.
Petugas kemudian mengevakuasi seluruh korban ke RS Siloam Sentosa, Bekasi Timur, untuk mendapatkan penanganan medis. Warga sempat menunggu polisi datang sebelum membantu proses evakuasi karena khawatir terjadi kesalahan penanganan terhadap korban kecelakaan.
Hingga kini, pihak Polsek Rawalumbu masih menyelidiki penyebab pasti kecelakaan tersebut. (Red)