Program Sekolah Gratis Banten Bantu Buruh Harian Sekolahkan Anak

      Info Daerah - 15 Juli 2026
      Program Sekolah Gratis Banten Bantu Buruh Harian Sekolahkan Anak

      INFODAERAH.COM, KOTA SERANG – Setiap tahun ajaran baru, Sarbini (47) selalu dihantui pertanyaan yang sama, bagaimana membiayai sekolah anak-anaknya. Sebagai buruh harian lepas dengan penghasilan yang tak menentu, ia hanya bisa berharap tetap mendapat pekerjaan. Tahun ini, kegelisahan itu akhirnya berubah menjadi kelegaan setelah putranya diterima di SMK Nurul Huda Baros melalui Program Sekolah Gratis Pemerintah Provinsi Banten.

      “Yang penting anak bisa sekolah.” Kalimat itu diucapkan Sarbini (47) dengan wajah lega. Buruh harian lepas asal Kampung Sindang Mandi, Desa Panyerapan, Kecamatan Baros, Kabupaten Serang, itu kini tak lagi dibayangi biaya sekolah setelah putranya diterima melalui Program Sekolah Gratis SMA, SMK, dan SKh swasta yang digagas Gubernur Banten Andra Soni.

      Setiap tahun ajaran baru, Sarbini selalu memikirkan biaya pendidikan anak-anaknya. Penghasilannya sebagai buruh harian tidak pernah menentu.

      Ia terkadang bekerja sebagai kuli bangunan. Di waktu lain, ia menerima pekerjaan memperbaiki instalasi listrik milik warga. Namun, tidak sedikit hari yang harus dilaluinya tanpa pekerjaan.

      Kini kecemasan itu berkurang. Putranya, Nabil Ilham Maulana (15), diterima di SMK Nurul Huda Baros melalui Program Sekolah Gratis Pemerintah Provinsi Banten untuk tahun ajaran 2026–2027.

      Bagi Sarbini, program tersebut bukan hanya membebaskan biaya SPP. Program itu juga memberi harapan agar anak-anaknya tetap bisa melanjutkan pendidikan.

      Pada tahun ajaran 2025–2026, Program Sekolah Gratis menjangkau 801 sekolah swasta. Sebanyak 60.705 siswa terverifikasi mengikuti program tersebut.

      “Sebelum ada Program Sekolah Gratis, saya merasa berat. Saya punya tiga anak. Yang pertama masuk SMK, yang kedua SMP, dan yang ketiga SD. Adanya program ini, masya Allah Pak, saya lega dan sangat terbantu. Sekarang tinggal mikirin kebutuhan alat tulis saja,” ujar Sarbini saat ditemui di SMK Nurul Huda Baros, Kabupaten Serang, Rabu (15/7/2026).

      Ia mengaku biaya pendidikan selama ini menjadi beban terbesar. Sebab, pekerjaannya tidak memberikan penghasilan tetap.

      “Pekerjaan saya tidak setiap hari ada. Kadang kerja seminggu, setelah itu bisa menganggur sampai tiga bulan. Jadi uang yang tadinya buat bayar SPP sekarang bisa ditabung untuk kebutuhan pendidikan anak ke depan,” katanya.

      Harapan Besar untuk Masa Depan Anak

      Kondisi ekonomi itu sempat membuat Sarbini khawatir ketika Nabil memilih melanjutkan pendidikan ke sekolah swasta. Ia ingin mendukung cita-cita putranya, tetapi belum mengetahui cara membayar biaya sekolah.

      “Ya, kepikiran. Saya sempat khawatir bagaimana nanti bayarnya. Soalnya pekerjaan saya serabutan, kadang jadi tukang, kadang ngelas. Apa saja yang penting halal,” tuturnya.

      Meski begitu, Sarbini tetap mendukung pilihan anaknya. Nabil memang sudah lama ingin bersekolah di SMK Nurul Huda Baros.

      “Dia memang dari awal ingin sekolah di sini. Saya tidak memaksakan. Saya mendukung pilihan anak,” katanya.

      Kini Nabil tercatat sebagai siswa kelas X

      Jurusan Teknik Listrik di SMK Nurul Huda Baros. Sarbini berharap pendidikan dapat mengubah masa depan putranya.
      Karena itu, ia terus mengingatkan Nabil agar belajar dengan sungguh-sungguh dan menghindari pergaulan yang merugikan.

      “Saya selalu bilang, cari uang itu susah. Sekolah yang benar, jangan ikut tawuran atau pergaulan yang tidak baik. Saya pernah merasakan masa muda yang salah, dan saya tidak ingin anak saya mengulanginya,” ungkapnya.

      Sarbini juga menyampaikan terima kasih kepada Gubernur Banten Andra Soni dan Wakil Gubernur Banten Achmad Dimyati Natakusumah. Menurutnya, Program Sekolah Gratis telah meringankan beban masyarakat kecil.

      “Saya mengucapkan banyak terima kasih kepada Pak Andra Soni dan Pak Dimyati. Kalau tidak ada program ini, saya pasti masih waswas karena pekerjaan saya buruh harian lepas, kadang ada kerjaan, kadang lebih banyak menganggur,” ujarnya.

      Ia berharap Program Sekolah Gratis terus berlanjut agar semakin banyak keluarga merasakan manfaatnya. Ia juga berharap bantuan pendidikan suatu saat menjangkau perguruan tinggi.

      “Kalau bisa program ini diteruskan. Syukur-syukur sampai perguruan tinggi juga ada bantuan. Saya ingin anak saya sekolah setinggi mungkin, lebih baik daripada orang tuanya,” pungkasnya. (Red)

      Tinggalkan Komentar