INFODAERAH.COM, BEKASI – Wakil Ketua DPRD Kota Bekasi, Nuryadi Darmawan, menegaskan komitmennya untuk memberikan perhatian serius terhadap persoalan banjir yang kerap terjadi di wilayah perbatasan Kota Bekasi, khususnya Kecamatan Medan Satria.
Menurut Nuryadi, wilayah perbatasan menjadi kawasan yang paling rentan terdampak banjir akibat persoalan tata kelola drainase antarwilayah yang belum terintegrasi secara optimal.
Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Bekasi akan memberikan perhatian serius terhadap sejumlah persoalan strategis, terutama penanganan banjir di wilayah perbatasan, khususnya Kecamatan Medan Satria yang berbatasan langsung dengan Kabupaten Bekasi.
Nuryadi menjelaskan, banjir di kawasan perbatasan selama ini dipicu oleh perbedaan sistem pengelolaan drainase serta lemahnya koordinasi lintas daerah. Kondisi tersebut membuat aliran air tidak terkoneksi dengan baik saat curah hujan tinggi.
“Wilayah perbatasan sering menghadapi persoalan klasik, yakni aliran air yang tidak terintegrasi akibat perbedaan tata kelola drainase dan belum optimalnya koordinasi antarwilayah. Dampaknya masyarakat Medan Satria menjadi pihak paling terdampak,” jelasnya dikutip Sabtu (21/2/26)
Untuk itu, DPRD Kota Bekasi mendorong Pemerintah Kota Bekasi memperkuat kerja sama konkret dengan Pemerintah Kabupaten Bekasi guna mencari solusi bersama terhadap persoalan banjir yang terus berulang.
“Perlu penguatan koordinasi dan kerja sama nyata antara Pemerintah Kota Bekasi dan Pemerintah Kabupaten Bekasi dalam penanganan banjir di wilayah perbatasan,” katanya.
Nuryadi menilai penanganan banjir tidak bisa lagi dilakukan secara parsial berdasarkan batas administratif daerah. Ia menekankan pentingnya pendekatan berbasis kawasan dengan sistem hidrologi yang terintegrasi agar solusi yang dihasilkan lebih menyeluruh dan berkelanjutan.(Adv/Setwan)