INFODAERAH.COM, KOTA BEKASI -Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-29 Kota Bekasi menjadi momen refleksi bagi pemerintah kota untuk menilai perjalanan pembangunan sekaligus menyusun langkah ke depan.
Wali Kota Bekasi Tri Adhianto menyampaikan hal itu saat menghadiri rangkaian peringatan HUT Kota Bekasi di Alun-Alun Kota Bekasi, Rabu (11/3/2026).
Dalam sambutannya, Tri menilai Kota Bekasi telah mencatat berbagai capaian pembangunan. Meski begitu, ia menegaskan pemerintah masih menghadapi sejumlah pekerjaan rumah yang harus diselesaikan bersama masyarakat.
“Sudah banyak capaian yang bisa kita persembahkan. Namun, kita masih memiliki sejumlah pekerjaan rumah yang harus kita tuntaskan bersama,” kata Tri.
Tri juga mengajak warga menjaga semangat kebersamaan dan gotong royong. Ia menilai keberhasilan pembangunan kota tidak bisa hanya mengandalkan pemerintah.
Menurut dia, masyarakat harus terlibat aktif dan peduli terhadap lingkungan sekitar agar pembangunan berjalan lebih kuat dan berkelanjutan.
“Semua ini bisa terwujud jika masyarakat bersatu, mau bergotong royong, dan peduli pada lingkungannya. Pemerintah menggerakkan semangatnya, sementara masyarakat bergerak bersama,” ujarnya.
Warga Jadi Motor Pembangunan
Tri menjelaskan masyarakat Kota Bekasi kini tidak lagi sekadar menjadi penonton dalam proses pembangunan. Pemerintah mendorong warga terlibat langsung melalui berbagai program pemberdayaan.
Salah satu program tersebut ialah bantuan Rp100 juta per RW melalui skema Lingkungan RW Keren (Lingkar Keren).
Program ini memberi ruang bagi warga untuk merancang dan menjalankan pembangunan di lingkungannya.
Menurut Tri, peran aktif warga dalam perencanaan hingga pelaksanaan pembangunan menjadi kekuatan utama bagi kemajuan kota.
“RW sekarang berada di garda terdepan. Mereka menjadi kekuatan inti dalam pembangunan. Masyarakat tidak lagi hanya menjadi penonton, tetapi menjadi pelaku pembangunan,” tegasnya.
Ia juga berharap proses perencanaan melalui Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial. Forum tersebut harus menjadi ruang bagi masyarakat untuk menyusun program pembangunan tahun berikutnya.
Melalui kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat, Pemerintah Kota Bekasi optimistis berbagai target pembangunan, termasuk yang tercantum dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD), dapat tercapai dalam lima tahun mendatang. (Red).