INFODAERAH.COM, KOTA BEKASI – Sekretaris Daerah Kota Bekasi, Junaedi memimpin apel pagi di Plaza Pemerintah Kota Bekasi. Pemerintah Kota Bekasi memanfaatkan kegiatan itu untuk menyerahkan penghargaan olahraga, memberikan apresiasi kepada petugas pendataan, serta memperkuat kesiapan menjelang Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah, Senin (11/5/2026).
Baca juga : Kejari Kota Bekasi Periksa 14 Saksi Terkait Dugaan Pungli Izin MCK Pasar Bantargebang
Pada kesempatan tersebut, Junaedi menyerahkan piala kepada para pemenang Open Archery Tournament Bekasi 2026. Kontingen PERPANI Kota Bekasi meraih Juara Umum I. Posisi berikutnya ditempati DAD Archery sebagai Juara II dan PERPANI Kabupaten Bekasi sebagai Juara III. Penghargaan itu menjadi bentuk dukungan pemerintah terhadap pembinaan atlet panahan di Kota Bekasi.
Pemerintah Kota Bekasi juga memberikan penghargaan kepada lima petugas Pamor dengan capaian pendataan masyarakat tertinggi. Penghargaan tersebut menunjukkan apresiasi atas dedikasi petugas lapangan dalam memvalidasi data kewilayahan.
Menjelang Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah, Wali Kota Bekasi melepas Tim Terpadu Penyelenggaraan Kurban 2026. Tim tersebut terdiri atas unsur Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Peternakan, Satpol PP, Dinas Perhubungan, Perhimpunan Dokter Hewan Indonesia (PDHI) Cabang Jabar V, serta kader zoonosis. Mereka bertugas mengawasi kesehatan hewan dan pelaksanaan kurban agar masyarakat dapat beribadah dengan aman dan nyaman.
Dalam arahannya, Junaedi juga menyoroti pelaksanaan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) 2026 di Kota Bekasi. Pemerintah, kata dia, memiliki tanggung jawab untuk memastikan seluruh anak memperoleh akses pendidikan yang layak tanpa terkendala persoalan administratif maupun teknis.
“Komitmen kita adalah suksesnya program wajib belajar 12 tahun. Tugas pemerintah adalah menyiapkan, baik itu di sekolah negeri maupun swasta. Intinya, jika ada warga yang ingin sekolah, kita wajib memfasilitasi,” ujar Sekda Kota Bekasi.
Junaedi meminta seluruh pemangku wilayah, mulai dari kelurahan hingga kecamatan, aktif memantau kondisi pendidikan warga. Pemerintah Kota Bekasi menargetkan tidak ada anak yang putus sekolah.
“Saya instruksikan mulai dari tingkat Kelurahan hingga Kecamatan untuk memastikan tidak ada anak yang putus sekolah. Semua harus termonitor dengan baik sehingga target pendidikan di Kota Bekasi dapat tercapai secara maksimal,” tutupnya. (Red)