INFODAERAH.COM, PANDEGLANG – Sebanyak 388 jemaah haji reguler Kloter 13 asal Kabupaten Pandeglang berangkat menuju Tanah Suci. Bupati Raden Dewi Setiani melepas keberangkatan para jemaah di Pendopo Kabupaten Pandeglang, Sabtu (9/5/2026).
Usai prosesi pelepasan, Dewi Setiani turut mendampingi rombongan hingga ke Asrama Haji Cipondoh, Tangerang.
Baca juga : Kejari Kota Bekasi Periksa 14 Saksi Terkait Dugaan Pungli Izin MCK Pasar Bantargebang
Dalam sambutannya, Dewi meminta seluruh jemaah menjaga kesehatan dan kekompakan selama menjalankan ibadah haji di Arab Saudi.
“Saya berpesan kepada seluruh jemaah agar tetap menjaga kesehatan, menjaga kekompakan dan fokus menjalankan ibadah dengan baik sehingga seluruh rangkaian ibadah haji dapat berjalan lancar dan menjadi haji yang mabrur,” ujar Dewi.
Dewi menilai kondisi fisik menjadi faktor penting selama menjalankan ibadah haji. Karena itu, para jemaah diminta menjaga pola makan, beristirahat cukup, serta mengikuti arahan petugas pendamping.
Wakil Gubernur Banten Achmad Dimyati Natakusumah juga hadir dalam kegiatan tersebut. Ia menyebut para jemaah haji sebagai tamu Allah SWT yang mendapat kesempatan istimewa untuk beribadah di Tanah Suci.
“Bapak dan ibu adalah orang-orang pilihan yang dipanggil Allah SWT untuk menunaikan ibadah haji. Manfaatkan kesempatan ini dengan sebaik-baiknya untuk beribadah dan memperbanyak doa,” kata Dimyati.
Kepala Kementerian Agama Kabupaten Pandeglang Supardi menjelaskan, jumlah awal jemaah Kloter 13 mencapai 393 orang. Namun, lima calon jemaah batal berangkat karena sakit.
“Sehingga total jemaah yang diberangkatkan menjadi 388 orang,” ungkap Supardi.
Dari total jemaah yang berangkat, sebanyak 164 orang merupakan laki-laki dan 216 orang perempuan. Kloter tersebut juga didampingi delapan petugas haji.
Supardi menyebut jemaah termuda bernama Syifa Khaerunnisa berusia 18 tahun asal Kecamatan Pagelaran. Adapun jemaah tertua, Sanusi, berusia 102 tahun asal Kecamatan Pandeglang.
“Untuk kategori lanjut usia (lansia) dengan usia 80 tahun ke atas sebanyak 39 orang,” pungkasnya. (Red)