Jaksa Agung Tegaskan Peran PERSAJA sebagai Penguat Kejaksaan dan Stabilitas Nasional

Info Daerah - Rabu, 6 Mei 2026 - 21:33 WIB
Jaksa Agung Tegaskan Peran PERSAJA sebagai Penguat Kejaksaan dan Stabilitas Nasional
Jaksa Agung RI ST Burhanuddin memimpin Upacara Peringatan Hari Ulang Tahun ke-75 PERSAJA di Lapangan Upacara Badan Pendidikan dan Pelatihan Kejaksaan RI, Jakarta, Rabu (6/5/2026). (Info Daerah)
Penulis
|
Editor

INFODAERAH.COM, JAKARTA – Jaksa Agung RI ST Burhanuddin menegaskan peran strategis Persatuan Jaksa Indonesia (PERSAJA) sebagai motor penggerak profesionalisme sekaligus penjaga integritas insan Adhyaksa di tengah transformasi hukum nasional.

Penegasan itu disampaikan saat memimpin Upacara Peringatan Hari Ulang Tahun ke-75 PERSAJA di Lapangan Upacara Badan Pendidikan dan Pelatihan Kejaksaan RI, Jakarta, Rabu (6/5/2026).

Baca jugaPTSL 2026 Bekasi Targetkan 3.000 Sertifikat, Kejaksaan Ingatkan Proses Sesuai Aturan

Jaksa Agung menyebut usia 75 tahun bukan sekadar angka. Perjalanan panjang itu mencerminkan dedikasi PERSAJA dalam memperkuat Kejaksaan sebagai garda terdepan penegakan hukum di Indonesia.

Tema “PERSAJA sebagai Hiposentrum Penguatan Kejaksaan Republik Indonesia dalam Mengawal Kedaulatan dan Stabilitas Nasional” menjadi pijakan penting. Tema ini diharapkan mampu memperkuat landasan moral, intelektual, dan profesional bagi seluruh insan Adhyaksa.

Jaksa Agung menilai kedaulatan negara dan stabilitas nasional hanya dapat terwujud jika lembaga penegak hukum beserta organisasi profesinya memiliki integritas kuat. Selain itu, kemampuan menjaga ketertiban masyarakat juga menjadi faktor kunci.

Ia juga menyoroti tahun 2026 sebagai momentum strategis. Penerapan Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) dan Kitab Undang-Undang Hukum Acara Pidana (KUHAP) yang baru menuntut perubahan besar dalam praktik penegakan hukum.

“Transformasi sistem hukum pidana nasional ini menuntut perubahan paradigma bagi para Jaksa, dari yang semula bersifat prosedural dan normatif menuju pendekatan yang lebih humanis, restoratif, dan berorientasi pada keadilan substantif,” ujar Jaksa Agung.

Dalam konteks itu, PERSAJA diminta berperan aktif sebagai organisasi yang adaptif dan peka terhadap dinamika. Peran tersebut penting agar setiap langkah penegakan hukum memberi manfaat nyata bagi masyarakat.

Jaksa Agung juga mengingatkan setiap jaksa untuk meningkatkan pemahaman substansi hukum secara kritis. Nilai-nilai Tri Krama Adhyaksa harus tetap menjadi pedoman dalam setiap pengambilan keputusan.

Di sisi lain, ia mengapresiasi capaian Kejaksaan yang saat ini menempati posisi sebagai lembaga penegak hukum dengan tingkat kepercayaan publik tertinggi.

Menurut dia, PERSAJA memegang peran penting dalam menjaga integritas melalui pembangunan budaya organisasi yang menjunjung etika dan adab. Upaya ini diperlukan untuk mencegah berbagai potensi penyimpangan.

Momentum “Diamond Anniversary” juga dimanfaatkan untuk memperkuat jiwa korsa, soliditas, dan solidaritas lintas generasi di lingkungan Adhyaksa.

“Dengan penguatan literasi melalui program seperti PERSAJA Literacy Space dan pengkajian isu strategis global, PERSAJA diharapkan terus memberikan energi positif dalam membangun Kejaksaan yang modern, berwibawa, dan senantiasa dipercaya oleh bangsa dan negara,” pungkas Jaksa Agung. (Red)

Tinggalkan Komentar

Close Ads X